PBB: Jutaan Orang di Eropa Minum Air Terkontaminasi

PBB: Jutaan Orang di Eropa Minum Air Terkontaminasi

Terkait

Hidayatullah.com—Jutaan orang di kawasan Eropa mengkonsumsi air tercemar, seringkali tanpa menyadarinya, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sekitar 57 orang di berbagai penjuru Eropa dan Amerika Utara tidak memiliki saluran air bersih di rumahnya, demikian estimasi PBB dalam laporan terbaru tahunannya World Water Development yang dirilis hari Selasa (19/3/2019) seperti dilansir Euronews.

Selain itu, 21 juta orang tidak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar berupa air minum dan 36 juta lainnya tidak memiliki akses sanitasi dasar, mengandalkan fasilitas sanitasi yang tidak aman, dipakai beramai-ramai dan tidak selalu tersedia.

Keadaan semacam itu paling parah terjadi di daerah pelosok di kawasan Asia Tengah dan Kaukasus, di mana 72% penduduk di sana tidak memiliki akses terhadap pelayanan kebutuhan dasar berupa air.

Namun PBB juga memperingatkan bahwa “banyak rakyat di Eropa Barat dan Tengah, serta di Amerika Utara, pun tidak memiliki akses terhadap air dan pelayanan sanitasi.”

“Ketidakadilan itu sering kali berkaitan dengan perbedaan sosial-budaya, faktor sosial-ekonomi dan kondisi geografi,” tulis laporan itu.

Komisi Eropa memperkirakan tahun lalu kekurangan air dialami oleh sedikitnya 11 persen penduduk Eropa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap hari ada 14 orang meninggal karena penyakit diare yang disebabkan air tak layak konsumsi.

Statistik WHO menunjukkan, 480 orang meninggal dunia di Jerman pada tahun 2016 karena air tak layak konsumsi, serta higiene dan sanitasi buruk, sementara di Prancis angkanya mencapai 172 dan di Inggris 130 kematian.

Terbatasnya akses terhadap air bersih menyebabkan orang harus membeli air dalam kemasan. Meningkatkan akses air bersih akan membantu rumah tangga di Eropa menghemat lebih dari 600 juta euro pertahun, menurut perhitungan Komisi Eropa. Selain itu, apabila akses air bersih ditingkatkan maka penggunaan air kemasan akan turun dari 100 menjadi 88 liter pertahun pada 2050, sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca berupa 1,2 juta ton CO2.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !