Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev Meletakkan Jabatan

Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev Meletakkan Jabatan
Setelah 28 tahun berkuasa Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev mengundurkan diri.

Terkait

Hidayatullah.com—Sekutu penting Rusia Nursultan Nazarbayev meletakkan jabatan sebagai presiden Kazakhstan setelah 28 tahun berkuasa.

“Saya sudah membuat keputusan untuk mengakhiri masa bakti saya sebagai presiden,” kata Nazarbayev dalam pidatonya seperti dikutip RT.

Nazarbayev mengumumkan pengunduran dirinya dalam pidato khusus yang ditujukan kepada rakyat hari Selasa (19/3/2019).

Tugas yang biasa diembannya sebagai presiden akan dilaksanakan sementara oleh Ketua Senat Kassym-Jomart Tokayev dari partai penguasa Nur Otan sampai presiden baru terpilih.

Menurut politisi berusia 78 tahun itu, meskipun jabatan presiden telah diserahkan dia masih akan menjabat sebagai ketua dewan keamanan nasional Kazakhstan serta ketua partai terbesar di negeri itu Nur Otan, lapor Sputniknews.

Nazarbayev, telah menjadi presiden Kazakhstan sejak negeri itu belum merdeka dari Uni Soviet di tahun 1991. Partainya Nur Otan menguasai 84 dari 98 kursi di majelis rendah parlemen Kazakhstan. Negeri itu tidak pernah menggelar pemilu yang benar-benar bebas dan adil.

Pada 21 Februari Nazarbayev menginstruksikan agar pemerintah membubarkan diri dan kantor kepresiden mengumumkan penunjukan perdana menteri baru.

Sejumlah laporan media kala itu menduga keputusan Nazarbayev membubarkan pemerintah karena maraknya unjuk rasa yang dilakukan oleh kaum emak-emak yang marah, menyusul kebakaran awal Februari di ibukota Astana yang merengut nyawa lima anak dalam satu keluarga. Kebakaran terjadi saat kedua orangtua anak-anak itu pergi bekerja. Kaum ibu berunjuk rasa menuntut pemerintah memberikan perumahan yang layak dan terjangkau, sekolah taman kanak-kanak yang berkualitas, serta menambah tunjangan kesejahteraan sosial untuk keluarga.

Kasus tersebut mencerminkan buruknya kesejahteraan rakyat Kazakhstan. Dalam tulisan opininya yang dimuat Eurasianet (8/2/2019), Paul Stronski dari Carnegie Endowment for International Peace menyebut kesenjangan antara pemerintah dan yang diperintah (rakyat) di Kazakhstan semakin lebar.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !