Paus Mati Terdampar di Filipina Makan 40 Kg Plastik

Paus Mati Terdampar di Filipina Makan 40 Kg Plastik
Seekor ikan paus [inzet] mati terdampar di Filipina makan 40kg plastik.

Terkait

Hidayatullah.com–Seekor paus muda yang terdampar di pantai Filipina mati akibat “gastric shock” setelah memakan 40 kilogram plastik.

Pakar biologi laut dan relawan dari D’Bone Collector Museum di Davao City, Kepulauan Mindanao, terkejut mengetahui penyebab kematian paus yang bagian moncongnya agak melengkung itu yang terdampar di pantai pada hari Sabtu, lapor The Guardian hari Senin (18/3/2019).

Dalam pernyataan bernada kecaman, di laman Facebook pihak museum mengatakan bahwa dari hasil autopsi di dalam perut paus tersebut ditemukan plastik 40 kg, terdiri antara lain 16 karung beras, 4 karung yang biasa dipakai di perkebunan pisang, serta berbagai macam tas belanja.

Ahli-ahli biologi dari D’Bone Collector Museum yang melakukan autopsi mengatakan bahwa plastik tersebut “terbanyak yang pernah kami temukan dalam perut seekor paus.”

“Sangat menjijikkan,” imbuh mereka. “Pemerintah harus mengambil tindakan terhadap mereka yang menjadikan aliran air (sungai) dan lautan sebagai tempat pembuangan sampah.”

Penggunaan kantong plastik sangat merajalela di kawasan Asia Tenggara. Dalam laporan tahun 2017 yang dibuat Ocean Conservancy menyebutkan bahwa China, Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam membuang sampah plastik ke laut lebih banyak dibanding jumlah yang dibuang oleh gabungan negara lainnya sedunia.

Pakar biologi laut Darrell Blatchley, pemilik D’Bone Collector Museum, mengatakan bahwa selama 10 tahun terakhir mengkaji kematian paus dan lumba-lumba, mereka mendapati 57 ekor di antaranya mati karena akumulasi plastik di dalam perutnya.

Pada bulan Juni 2018, seekor paus yang ditemukan mati di pantai selatan Thailand dalam perutnya terdapat lebih dari 80 kantong plastik seberat 8 kilogram.

Para ahli memperkirakan sekitar 300 ekor hewan laut termasuk paus pilot, penyu dan lumba-lumba mati setiap tahun di perairan Thailand akibat makan plastik.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !