Pelaku Penembakan di Utrecht Ditangkap, Motif Diduga Perselisihan Keluarga

Pelaku Penembakan di Utrecht Ditangkap, Motif Diduga Perselisihan Keluarga

Terkait

Hidayatullah.com—Tersangka penembakan di trem Utrecht telah ditangkap. Kasus diyakini bermotif perselisihan keluarga.

Seorang jubir kepolisian mengkonfirmasi Euronews bahwa Gokmen Tanis, pria kelahiran Turki berusia 37 tahun telah ditangkap.

Dalam konferensi pers hari Senin (18/3/2019), jaksa Rutger Jeuken kepada para reporter membenarkan bahwa pria yang pernah berurusan dengan kepolisian itu sudah dibekuk aparat keamanan.

Motif penembakan masih belum dipastikan. Namun, pihak kejaksaan mengatakan bisa jadi diakibatkan perselisihan keluarga.

Kantor berita pemerintah Turki Anadolu, mengutip keterangan kerabat pelaku, melaporkan bahwa pelaku menembak seorang wanita kerabatnya yang berada di dalam trem karena alasan pertikaian keluarga dan kemudian menembak orang-orang lain yang berusaha menolongnya.

Dilansir The Guardian dari RTV Utrecht, seorang saksi bernama Jimmy de Koster mengatakan bahwa terdengar suara tembakan beberapa kali. De Koster sedang dalam perjalan pulang dari tempat kerja ketika dia melihat seorang wanita di samping trem terbaring di tanah berteriak, “Saya tidak melakukan apa-apa.”

Seorang saksi lain bernama Niels, yang berada di dalam trem, mengatakan kepada koran Algemeen Dagblad bahwa pelaku kelihatan menarget hanya satu orang. “Saya mendengar suara seperti dor dor dor di gerbong belakang saya, dan tiba-tiba orang berlarian keluar menyelamatkan diri,” kata Niels.

“Saya memiliki kesan dia menembak satu orang tertentu, karena saya melihat seorang wanita merangkak keluar. Orang-orang berusaha menolong wanita tersebut, dan ketika mereka melakukannya, pelaku lantas berlari memutar ke arah belakang wanita itu dan mulai menembak ke arah orang-orang,” imbuhnya.

Saksi bernama Daan Molenaar mengatakan kepada lembaga penyiaran nasional NOS bahwa dia tidak yakin penembakan itu adalah serangan teroris. “Pertama kali yang terpikir di benak saya adalah ini semcam balas dendam atau apa, atau orang tersebut sangat marah lalu mengambil pistol.”

Dilansir BBC, seorang saksi mengatakan kepada NOS bahwa dia menolong seorang wanita yang terluka ketika trem tiba-tiba berhenti dalam kondisi darurat. “Saya melihat ke arah belakang saya dan melihat seseorang terbaring di belakang trem.,” kata saksi. “Orang-orang lantas keluar dari kendaraan mereka … dan mereka berusaha mengangkat wanita itu. Saya berusaha ikut membantu wanita tersebut, lalu saya melihat seorang pria berlari ke arah kami dengan mengacungkan senjata,” imbuh saksi. “Saya mendengar orang-orang berteriak ‘penembak! Penembak!’ dan saya langsung lari.”

Pelaku kemudian kabur meninggalkan lokasi kejadian, dan aparat keamanan memburunya seharian. [Baca berita sebelumnya: Polisi buru pria Turki pelaku penembakan di trem Utrecht Belanda.]

Sejumlah media Belanda melaporkan bahwa sebelumnya pada tanggal 4 Maret Tanis dihadirkan di pengadilan Utrecht karena dituduh melakukan pemerkosaan.

RTV Utrecht melaporkan bahwa Tanis dikenal pihak kepolisian karena sebelumnya pernah terlibat sejumlah kasus, antara lain mengancam akan membunuh seorang wanita dan menembakkan senjata api ke arah sebuah rumah susun dekat Oktoberplein.

Utrecht adalah kota terbesar keempat di Belanda dengan populasi sekitar 340.000 jiwa. Tingkat kejahatan tergolong rendah di sana dan pembunuhan dengan senjata api sangat jarang terjadi, seperti halnya di bagian lain wilayah Belanda pada umumnya.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !