Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Polisi Buru Pria Turki Pelaku Penembakan di Trem Utrecht Belanda

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang pelaku penembakan membunuh tiga orang dan melukai lima orang lainnya di sebuah trem di kota Utrecht, Belanda, hari Senin (18/3/2019) dan polisi mengatakan mereka memburu seorang pria Turki berusia 37 tahun.

Polisi Belanda memperlakukan kasus penembakan di Utrecht itu sebagai serangan teroris, memerintahkan sekolah ditutup dan pasukan kepolisian paramiliter meningkatkan pengamanan di bandara-bandara dan infrastruktur vital lainnya, serta masjid-masjid. Polisi bersiaga penuh mengingat peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah penembakan di 2 masjid di New Zealand oleh seorang pria Australia yang menewaskan 50 orang.

“Negara kita hari ini dikejutkan dengan serangan di Utrecht … Motif teroris tidak dapat dikecualikan,” kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte seperti dikutip Reuters.

Wali Kota Utrecht Jan van Zanen mengatakan tiga orang tewas dan sembilan lainnya terluka, tiga di antaranya menderita luka serius. Namun kemudian jumlah korban luka dikoreksi menjadi lima.

Polisi Belanda mengidentifikasi pelaku sebagai pria kelahiran Turki bernama Gokmen Tanis. Polisi mengedarkan gambar wajah Tanis dan memperingatkan masyarakat agar tidak mendekatinya. Polisi tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Menurut stasiun radio lokal RTV Utrecht, pelaku memiliki sejarah panjang pernah berurusan dengan polisi, baik karena kejahatan ringan maupun berat, termasuk kasus penembakan di tahun 2013. Jubir kepolisian Joost Lanshage, menyinggung kasus saat ini masih dalam penyelidikan, menolak memberikan komentar bahwa Gokmen memiliki catatan kriminal.

Penembakan kemarin terjadi di Kanaleneiland, sebuah kawasan pemukiman di pinggiran kota Utrecht yang banyak dihuni migran.

Saksi bernama Daan Molenaar, yang duduk di kursi bagian depan trem ketika penembakan terjadi, mengatakan kepada lembaga penyiaran nasional NOS bahwa dirinya tidak yakin serangan itu merupakan serangan teroris.

“Saya pikir, ini semacam tindakan balas dendam atau apalah, atau seseorang yang benar-benar marah lalu mengambil pistol,” ujar pria itu.

Menurut laporan BBC edisi bahasa Turki, seorang pengusaha lokal mengatakan bahwa tersangka pernah ikut berperang di Republik Chechnya (yang sekarang merupakan bagian dari Federasi Rusia).

“Dia pernah ditangkap karena hubungannya dengan [ISIS] tetapi kemudian dilepaskan,” kata pengusaha itu kepada BBC.

Kantor berita pemerintah Turki Anadolu, mengutip keterangan kerabat pelaku, melaporkan bahwa pelaku menembak seorang wanita kerabatnya yang berada di dalam trem karena alasan pertikaian keluarga dan kemudian menembak orang-orang lain yang berusaha menolongnya.

Dilansir BBC, seorang saksi pria mengatakan kepada NOS bahwa dia menolong seorang wanita yang terluka dan berdarah di bagian tangan dan pakaiannya.

“Saya membawanya ke mobil saya dan menolongnya,” kata pria itu. “Ketika polisi datang, wanita itu tak sadarkan diri.”

Penembakan di trem itu terjadi sekitar pukul 10:45 waktu setempat. Seorang saksi mengatakan kepada media lokal bahwa seorang pria melepaskan tembakan dengan serampangan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia Bantu 1 Juta Dolar untuk Penanganan Konflik Rohingya

Indonesia Bantu 1 Juta Dolar untuk Penanganan Konflik Rohingya

Pengungsi Suriah di Lampedusa Mogok Makan

Pengungsi Suriah di Lampedusa Mogok Makan

Pegawai Bank Benghazi Serukan Tinggalkan Riba

Pegawai Bank Benghazi Serukan Tinggalkan Riba

Lakhdar Brahimi: Assad Tidak Pernah Berpikir untuk Mundur

Lakhdar Brahimi: Assad Tidak Pernah Berpikir untuk Mundur

Daging Ayam Ditempatkan Satu Wadah dengan Daging Babi Cemaskan Muslim Singapura

Daging Ayam Ditempatkan Satu Wadah dengan Daging Babi Cemaskan Muslim Singapura

Baca Juga

Berita Lainnya