Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Para Dokter Aljazair Mendesak Presiden Bouteflika Mundur

partai islam aljazair
Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika selalu berada di kursi roda.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Dokter-dokter di Aljazair menyeru agar digelar protes massal pada hari Selasa (19/3/2019), bertepatan dengan hari kemerdekaan, guna mendesak Presiden Abdelaziz Bouteflika meletakkan jabatannya.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin (18/3/2019), organisasi independen Collective of Algerian Medical Residents (CAMRA) mendesak para mahasiswa kedokteran ikut ambil bagian dalam unjuk rasa tersebut dan mengecam “geng penguasa”.

Bouteflika, yang sudah berkuasa selama 20 tahun, pekan lalu mengumumkan bahwa dirinya tidak jadi mencalonkan diri sebagai presiden untuk periode kelima, tetapi dia tidak bicara soal peletakan jabatan. Bouteflika juga mengumumkan penundaan pemilu dan menjanjikan konstitusi baru berdasarkan rencana reformasi.

Namun, pengumuman penundaan pemilu itu justru membuat rakyat marah. Mereka menilai Bouteflika mencari-cari alasan agar dapat berkuasa lebih lama.

Sejak kembali dari perawatan medis di Swiss pekan lalu, presiden yang sakit-sakitan itu perlahan mulai kehilangan dukungan dari sekutu-sekutu politiknya. Sejumlah anggota senior partai penguasan Front Pembebasan Nasional (FLN) menyatakan tidak lagi mendukung Bouteflika.

Kemudian elit penguasa kembali mendapat pukulan telak setelah 13 pemimpin dari organisasi-organisasi buruh independen menolak mendukung upaya Perdana Menteri Noureddine Bedoui untuk membentuk kabinet baru, yang rencanya akan diumumkan awal pekan ini, lapor Reuters.

Wakil perdana menteri yang baru dipilih Ramtane Lamamra dijadwalkan memulai tur ke sejumlah sekutu Aljazair di luar negeri guna menjelaskan peta jalan politik pemerintah yang baru, kata pejabat dari kementerian luar negeri. Tur itu dimulai hari Selasa (19/3/2019) dengan kunjungan ke Moskow, sekutu militer Aljazair paling penting.

Wakil PM Lamamra juga akan melawat ke sejumlah negara Uni Eropa dan China, yang memiliki investasi miliaran dolar di Aljazair.

Sejauh ini unjuk rasa yang berlangsung kebanyakan masih damai dan militer, yang diperkirakan akan berperan penting dalam masa peralihan kekuasaan, masih bertahan di baraknya.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Terus Terhambat, Amerika di Ambang Resesi

Pertumbuhan Ekonomi Terus Terhambat, Amerika di Ambang Resesi

Kamboja Usir 27 Ustadz Dari Negara-Negara Islam

Kamboja Usir 27 Ustadz Dari Negara-Negara Islam

Eks Bos Minyak Meksiko Tersangka Penerima Suap Odebrecht

Eks Bos Minyak Meksiko Tersangka Penerima Suap Odebrecht

Survei:  Warga Arab Tidak Percaya Obama Benci Israel

Survei: Warga Arab Tidak Percaya Obama Benci Israel

Oxfam:  Kekayaan 4 Orang Terkaya di Indonesia Setara Kekayaan 100 Juta Penduduk Termiskin

Oxfam: Kekayaan 4 Orang Terkaya di Indonesia Setara Kekayaan 100 Juta Penduduk Termiskin

Baca Juga

Berita Lainnya