China Jerat Pejabat Uighur Eks Gubernur Xinjiang dengan Tuduhan Korupsi

China Jerat Pejabat Uighur Eks Gubernur Xinjiang dengan Tuduhan Korupsi

Terkait

Hidayatullah.com—Badan antikorupsi China hari Sabtu (16/3/2019) mengatakan akan menuntut Nur Bekri, salah satu pejabat tinggi Uighur di negeri itu, dengan tuduhan suap dan korupsi saat menjabat gubernur Provinsi Xinjiang.

Keputusan itu diambil setelah pihak berwenang melakukan investigasi pada bulan September atas Bekri, yang menjabat sebagai gubernur tahun 2008 sampai 2014 yang merupakan jabatan tertinggi kedua di provinsi itu setelah sekretaris Partai Komunis.

Bekri, yang sampai Desember 2018 menjabat direktur Badan Energi Nasional China, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, lapor Reuters.

Menurut Komisi Pusat untuk Inspeksi Kedisiplinan dalam sebuah pernyataan, Bekri menghalangi proses penyelidikan dan tidak memberikan keterangan yang sebenarnya selama pemeriksaan.

Komisi itu mengatakan mendapati Bekri memanfaatkan jabatannya untuk “mengumpulkan harta”, baik secara langsung maupun melalui keluarganya. Dia juga dituduh menuntut fasilitas berupa mobil mewah dan sopir untuk anggota keluarganya, serta menerima suap.

Bekri melakoni gaya hidup mewah, korup dan menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan kesenangan seksual, menurut pernyataan komisi tersebut.

Gugatan hukum terhadap Bekri ini dilakukan sementara pemerintah China terus menindas komunitas Muslim Uighur di Xinjiang dan Muslim dari etnis minoritas lainnya.

Ketika Bekri menjabat gubernur Xinjiang, terjadi bentrokan antara komunitas etnis Uighur dengan etnis Han (yang merupakan mayoritas di China) yang mengakibatkan ratusan orang tewas.

Patut diketahui bahwa tidak ada satu orang pun di China –tak peduli apa etnis dan agamanya– yang bisa mendapatkan jabatan tinggi di pemerintahan atau menjadi pengusaha kelas kakap tanpa secara terang-terangan atau tersembunyi mendukung kekuasaan Partai Komunis.

Ketika menjabat gubernur Xinjiang, Bekri mendukung kebijakan pemerintah Beijing yang melarang pelaksaan ibadah oleh Muslim yang merupakan mayoritas dari keseluruhan populasi Uighur (sebagian orang Uighur bukan Muslim). Bekri juga merupakan pendukung kuat program pendidikan berbahasa Mandarin bagi anak-anak sekolah yang sehari-hari berbahasa Turkik.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !