Antisipasi Sanksi Barat, Rusia akan Legalkan Penanaman Opium

Antisipasi Sanksi Barat, Rusia akan Legalkan Penanaman Opium
Tentara Amerika Serikat mengawal ladang opium di Afghanistan.

Terkait

Hidayatullah.com—Parlemen Rusia meloloskan rancangan undang-undang yang akan melegalkan penanaman opium yang dapat digunakan untuk memproduksi opioid. Langkah itu diambil guna memastikan Rusia memiliki persedian bahan mentah yang mencukupi untuk memproduksi obat-obatan penghilang rasa sakit.

Saat ini penanaman opium sama sekali terlarang di Rusia. Artinya, para produsen obat di negara itu bergantung sepenuhnya kepada impor untuk membuat obat penghilang rasa sakit. RUU yang diloloskan pada tahap pertama hari Kamis (14/3/2019) tersebut akan memungkinkan penanaman opium di bawah monopoli negara, lapor RT.

Menurut para pendukung RUU tersebut, ada 13 macam opioid yang saat ini diproduksi di dalam negeri Rusia. Setiap tahun mereka harus mengimpor sekitar 400kg bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan opioid, yang mana hal itu mengharuskan mereka mencarinya ke salah satu dari 10 perusahaan besar di luar negeri. Masalahnya, 9 dari negara-negara itu memiliki sejarah mendukung sanksi ekonomi atas Rusia yang kerap diberlakukan oleh Barat. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain kecuali Rusia harus berusaha mencukupi sendiri kebutuhan bahan mentah yang diperlukan untuk membuat opioid.

Menurut para pejabat begitu RUU itu disahkan dan diberlakukan, maka Rusia akan membuat satu rantai suplai tanaman precursor opioid yang dibutuhkan perusahaan farmasi dan untuk keperluan riset. Besaran produksi tanaman tersebut akan disesuaikan dengan jumlah permintaan domestik.

Rusia termasuk negara yang sangat ketat dalam hal narkoba untuk keperluan rekreasi, yang menurut sebagian kalangan tidak perlu terlampau ketat. Tidak jarang tersiar kabar adanya pasien kanker stadium akhir yang kesakitan karena kesulitan mendapatkan opioid secara bebas di Rusia.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !