Inggris Janjikan £2 Juta untuk Atasi Kemiskinan dan Stigma Menstruasi

Inggris Janjikan £2 Juta untuk Atasi Kemiskinan dan Stigma Menstruasi
Poulomi Basu/Magnum Emergency Fund
Dua perempuan Nepal sedang menjalani chhaupadi, mengasingkan diri karena menstruasi.

Terkait

Hidayatullah.com–Pemerintah Inggris mengumumkan alokasi dana £2 juta untuk mendukung organisasi-organisasi di seluruh dunia guna mengakhiri kemiskinan menstruasi di kalangan perempuan pada 2030.

Kementerian Wanita dan Kesetaraan Inggris Penny Mordaunt juga mengumumkan anggaran £250.000 untuk pembentukan satuan tugas yang terdiri dari departemen-departemen pemerintah, kalangan usaha, organisasi amal, dan perusahaan guna melahirkan ide-ide baru dalam penanggulangan masalah tersebut di Inggris, lansir The Guardian Selasa (6/3/2019).

Di banyak negara anak-anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah saat mengalami menstruasi dikarenakan mereka tidak mampu membeli pembalut. Sebagian bahkan terpaksa menggunakan kain-kain bekas atau kertas untuk menampung darah haidnya.

Survei menunjukkan, di Sudan Selatan 83% anak perempuan yang haid menggunakan kain bekas atas kulit kambing sebagai pembalut atau tidak menggunakan apapun selama darah menstruasinya keluar setiap bulan.

Di Nepal, anak-anak perempuan dipaksa tinggal di gubuk-gubuk tak layak huni selama masa menstruasi, karena mereka dianggap mengeluarkan sesuatu yang menjijikkan dari tubuhnya. Tidak jarang anak-anak perempuan dan wanita yang haid itu meninggal dunia karena kedinginan atau diserang hewan liar.

Di Inggris, survei oleh Girlguiding UK menunjukkan 26% anak perempuan berusia 11 sampai 21 merasa tidak nyaman bicara soal menstruasi mereka dan 21% merasa malu dengan kondisi itu.

Statistik hasil survei oleh Bloody Big Brunch –organisasi penyelenggara jamuan makan pagi-siang guna mengumpulkan dana seantero Inggris untuk membeli pembalut dan mendistribusikannya– mendapati bahwa 84% orang menilai pembagian pembalut wanita di sekolah-sekolah sama pentingnya atau lebih penting dibanding pembagian kondom.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !