Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Inggris Janjikan £2 Juta untuk Atasi Kemiskinan dan Stigma Menstruasi

Poulomi Basu/Magnum Emergency Fund
Dua perempuan Nepal sedang menjalani chhaupadi, mengasingkan diri karena menstruasi.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Inggris mengumumkan alokasi dana £2 juta untuk mendukung organisasi-organisasi di seluruh dunia guna mengakhiri kemiskinan menstruasi di kalangan perempuan pada 2030.

Kementerian Wanita dan Kesetaraan Inggris Penny Mordaunt juga mengumumkan anggaran £250.000 untuk pembentukan satuan tugas yang terdiri dari departemen-departemen pemerintah, kalangan usaha, organisasi amal, dan perusahaan guna melahirkan ide-ide baru dalam penanggulangan masalah tersebut di Inggris, lansir The Guardian Selasa (6/3/2019).

Di banyak negara anak-anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah saat mengalami menstruasi dikarenakan mereka tidak mampu membeli pembalut. Sebagian bahkan terpaksa menggunakan kain-kain bekas atau kertas untuk menampung darah haidnya.

Survei menunjukkan, di Sudan Selatan 83% anak perempuan yang haid menggunakan kain bekas atas kulit kambing sebagai pembalut atau tidak menggunakan apapun selama darah menstruasinya keluar setiap bulan.

Di Nepal, anak-anak perempuan dipaksa tinggal di gubuk-gubuk tak layak huni selama masa menstruasi, karena mereka dianggap mengeluarkan sesuatu yang menjijikkan dari tubuhnya. Tidak jarang anak-anak perempuan dan wanita yang haid itu meninggal dunia karena kedinginan atau diserang hewan liar.

Di Inggris, survei oleh Girlguiding UK menunjukkan 26% anak perempuan berusia 11 sampai 21 merasa tidak nyaman bicara soal menstruasi mereka dan 21% merasa malu dengan kondisi itu.

Statistik hasil survei oleh Bloody Big Brunch –organisasi penyelenggara jamuan makan pagi-siang guna mengumpulkan dana seantero Inggris untuk membeli pembalut dan mendistribusikannya– mendapati bahwa 84% orang menilai pembagian pembalut wanita di sekolah-sekolah sama pentingnya atau lebih penting dibanding pembagian kondom.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Volkswagen Minta Maaf Curang dalam Uji Emisi

Volkswagen Minta Maaf Curang dalam Uji Emisi

Covid-19: Jepang Kerahkan Perawat Militer ke Osaka dan Hokkaido

Covid-19: Jepang Kerahkan Perawat Militer ke Osaka dan Hokkaido

Pemuda Mesir Rencanakan Aksi Dukung Pengungsi Palestina

Pemuda Mesir Rencanakan Aksi Dukung Pengungsi Palestina

Dokter di Prancis Kini Bisa Melaporkan KDRT yang Dialami Pasien

Dokter di Prancis Kini Bisa Melaporkan KDRT yang Dialami Pasien

Misionaris Billy Graham Jaring Pengikut via Internet

Misionaris Billy Graham Jaring Pengikut via Internet

Baca Juga

Berita Lainnya