Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Malaysia Siap Dukung Pencarian Ketiga Pesawat MH370

Flaperon puing pesawat MH370 ditemukan di Pulau La Reunion.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemerintah Kuala Lumpur akan mempertimbangkan untuk melanjutkan kembali upaya menemukan pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 jika perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pencariannya datang mengajukan proposal yang layak dan memiliki petunjuk yang dapat diandalkan perihal keberadaan pesawat yang menghilang lima tahun silam itu, kata menteri transportasi hari Ahad (3/3/2019).

Peristiwa yang dialami MH370, yang membawa 239 orang, menjadi misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia ketika menghilang tiba-tiba dalam perjalanannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing tanggal 8 Maret 2014.

Malaysia, China serta Australia memberhentikan pencarian yang dilakukan selama dua tahun di bagian selatan Samudera Hindia pada Januari 2017, setelah tim pencari tidak menemukan jejak-jejak pesawat. Pencarian di bawah air itu menelan biaya A$200 juta atau $141,60 juta.

Pencarian kedua selama tiga bulan, yang dipimpin oleh perusahaan eksplorasi asal Amerika Serikat Ocean Infinity, berakhir sama pada bulan Mei 2018.

Malaysia bersedia memberikan hadiah uang kepada perusahaan-perusahaan yang melakukan pencarian MH370 dengan kesepakatan “no-cure, no fee”, yang artinya pembayaran akan dilakukan jika mereka berhasil menemukan bangkai pesawat itu, kata Menteri Transportasi Anthony Loke.

Pemerintah menawarkan bayaran kepada Ocean Infinity sampai $70 juta berdasarkan perjanjian semacam itu dalam pencarian tahun 2018.

“Apabila ada petunjuk kredibel atau proposal tertentu … kami sangat bersedia untuk meninjaunya dan kami siap berdiskusi dengan mereka perihal proposal baru itu,” kata Loke kepada para reporter di Kuala Lumpur dalam sebuah acara mengenang peristiwa hilangnya MH370 seperti dikutip Reuters.

Ocean Infinity sudah mengutarakan keinginannya melakukan pencarian lagi, dengan mengatakan bahwa mereka memiliki teknologi yang dikembangkan selama dua tahun terakhir. Namun, samapi saat ini mereka belum mengajukan proposal baru, kata Loke.

“Apabila mereka dapat meyakinkan kami bahwa teknologi baru itu lebih efisien dalam pencarian, maka kami sangat berkenan untuk memulainya kembali,” kata Loke.

Seorang jubir Ocean Infinity tidak segera menjawab permintaan komentar lewat email yang dikirimkan Reuters.

Sejauh ini lebih dari 30 pecahan, yang diyakini sebagai bagian dari MH370, terdampar di pesisir-pesisir pantai Samudera Hindia. Namun, hanya 3 yang dikonfirmasi merupakan bagian dari pesawat nahas tersebut.

Dua dari potongan itu ditunjukkan dalam acara hari Ahad, untuk pertama kalinya benda-benda tersebut dipamerkan ke publik.

Potongan-potongan tersebut, yang sekarang berada di tangan pemerintah Malaysia, termasuk bagian sayap yang ditemukan di pesisir pantai Tanzania berukuran 4,27 meter. Sejauh ini potongan tersebut merupakan yang terbesar yang berhasil ditemukan.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Bom Pipa Meledak di Tempat Pemeriksaan Covid-19 di Belanda

Bom Pipa Meledak di Tempat Pemeriksaan Covid-19 di Belanda

70 Anak Iraq Diyakini Dijadikan Penjaja Seks

70 Anak Iraq Diyakini Dijadikan Penjaja Seks

Satu Lagi Diskriminasi, Politisi Swiss Usul Larang Jilbab dalam Foto Paspor

Satu Lagi Diskriminasi, Politisi Swiss Usul Larang Jilbab dalam Foto Paspor

Rusia Usir 60 Diplomat AS, Serta Menutup Konsulatnya

Rusia Usir 60 Diplomat AS, Serta Menutup Konsulatnya

Menlu AS Pulang Tanpa Hasil Setelah Tur Timur Tengah Mendorong Kesepakatan dengan ‘Israel’

Menlu AS Pulang Tanpa Hasil Setelah Tur Timur Tengah Mendorong Kesepakatan dengan ‘Israel’

Baca Juga

Berita Lainnya