Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Swedia Tangkap Tersangka Mata-Mata Rusia

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang karyawan perusahaan teknologi tinggi di Swedia telah ditangkap dengan dugaan melakukan spionase untuk kepentingan Rusia.

Orang tersebut, yang tidak disebutkan identitasnya, ditangkap di Stockholm hari Selasa malam, kata para pejabat terkait seperti dilansir BBC Rabu (27/2/2019).

Kepala badan kontraintelijen Daniel Stendling mengatakan bahwa pihaknya berkeyakinan tersangka direkrut oleh seorang agen intelijen Rusia yang mengaku sebagai diplomat.

Media Swedia merilis rekaman video yang menunjukkan tersangka sedang digiring ke luar sebuah restoran setelah bertemu dengan kontaknya.

Seorang saksi yang dikutip koran Swedia Aftonbladet mengatakan bahwa sejumlah petugas dari kepolisian keamanan, yang dikenal sebagai Sapo, menyerbu restoran itu dan mengepung sebuah meja yang ditempati oleh dua orang yang sedang makan.

Media Swedia melaporkan bahwa orang kedua juga ditangkap dalam operasi penyergapan itu tetapi kemudian dilepaskan setelah mengatakan dirinya memiliki kekebalan diplomatik.

Tahun lalu kepala dinas intelijen Swedia mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya khawatir dengan interferensi politik dari pihak asing yang semakin marak.

Para analis berkeyakinan di Swedia terjadi perdebatan apakah pergerakan negara itu yang mendekati NATO menjadikannya dibidik oleh Rusia.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Festival Daging Anjing di Yulin Tetap Digelar, Aktivis Berharap Ini Terakhir

Festival Daging Anjing di Yulin Tetap Digelar, Aktivis Berharap Ini Terakhir

Salafy Serukan Jihad Lawan Pemberontak Syiah

Salafy Serukan Jihad Lawan Pemberontak Syiah

Takbir Iringi Keberangkatan Jenazah Imam asal Palestina menuju Gaza

Takbir Iringi Keberangkatan Jenazah Imam asal Palestina menuju Gaza

Bujuk Demonstran Suriah Pecat Polisi Brutal

Bujuk Demonstran Suriah Pecat Polisi Brutal

Presiden Nyatakan Perlunya Protokol Antipenistaan Agama di PBB

Presiden Nyatakan Perlunya Protokol Antipenistaan Agama di PBB

Baca Juga

Berita Lainnya