Makan di Restoran Bergengsi Seorang Wanita Tewas dan 28 Lainnya Keracunan

Makan di Restoran Bergengsi Seorang Wanita Tewas dan 28 Lainnya Keracunan

Terkait

Hidayatullah.com—Seorang wanita meninggal dunia dan 28 orang lainnya mengalami keracunan setelah menikmati makan malam di sebuah restoran pemegang bintang Michelin (Michelin Star) di Spanyol.

Wanita malang tersebut makan malam di restoran RiFF di Valencia bersama suami dan seorang putranya yang berusia 12 tahun, yang keduanya juga mengalami diare dan muntah-muntah.

Restoran itu sekarang ditutup sementara petugas kesehatan menyelidiki penyebab keracunan tersebut, lapor BBC Kamis (21/2/2019).

RiFF, yang mendapatkan satu bintang Michelin dan digambarkan sebagai penyaji “hidangan inovatif” oleh penerbit majalah panduan wisata kuliner papan atas itu, telah menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggannya.

Petugas berwenang berhasil melacak 75 orang yang menikmati makanan di restoran itu pada tanggal 13 hingga 16 Februari, dan mendapati 29 orang di antara mereka mengalami keracunan termasuk 3 keluarga.

Wanita berusia 46 tahun yang wafat tersebut makan malam bersama suami dan seorang putranya pada Sabtu malam (16/2/2019) dan meninggal dunia di rumahnya pada Sabtu dini hari.

Seorang pejabat kesehatan dari kementerian regional Valencia mengatakan kepada BBC News bahwa petugas keamanan pangan menginspeksi RiFF pada hari Senin (18/2/2019), tetapi tidak menemukan penyebab pasti keracunan.

Sampel dari sejumlah menu yang dihidangkan sebagai menu cicipan sudah dikirim ke laboratorium National Toxicology Institute untuk dianalisis.

Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa jamur morel diduga sebagai penyebab keracunan. Namun, aparat berwenang mengatakan kepada media lokal bahwa mereka harus menunggu hasil pemeriksaan sebelum menuding bahan makanan apa yang menyebabkan orang keracunan.

Pemilik RiFF dan kepala chef Bernd Knöller mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia bekerja sama dengan aparat guna mengungkap penyebab masalah tersebut.

Michelin Guides (dalam terbitan aslinya berbahasa Prancis Guide Michelin) adalah seri buku panduan yang dikeluarkan oleh pabrik ban asal Prancis Michelin sejak lebih dari seratus tahun silam. Pengelola buku itu (yang berwarna sampul merah) secara berkala memuat hotel dan restoran yang dianggapnya memiliki kualitas luar biasa. Masing-masing hotel dan restoran yang dinilainya secara diam-diam, oleh tim penilai yang menyamar sebagai pengunjung, diberikan bintang satu, dua atau tiga. Oleh karena “dianggap sangat kompeten” dalam peniliannya, bintang yang diberikan Michelin bisa mengangkat status hotel atau restoran yang direviewnya, dan sebaliknya juga dapat menghancurkan reputasi mereka.

Namun, di tahun-tahun belakangan semakin banyak kalangan –baik dari orang awam, orang berduit dan pakar kuliner– yang mempertanyakan sistem bintang yang dipakai Michelin untuk menilai sebuah hotel atau restorannya. Selain sifat penilaiannya yang sangat rahasia dan dianggap sangat subyektif, faktanya banyak orang membuktikan restoran di hotel papan atas yang diberi bintang hingga 3 oleh Michelin kualitas hidangannya kalah jauh dari restoran biasa di pusat keramaian suatu kota.

Meskipun kontroversial, pamor buku panduan itu hingga kini masih populer sebagai panduan wisata kuliner kelas wahid.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !