Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Spanyol Tolak Pendaftaran Bayi dari Ibu Surogat Ukraina

Ilustrasi.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Kedutaan Besar Spanyol di Ukraina, hari Selasa (19/2/2019), mengumumkan bahwa pemerintah Spanyol tidak akan lagi menerima pendaftaran bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu surogat di Ukraina.

Dilansir Euronews, dalam pernyataan yang dimuat di laman Facebook, kedutaan mengatakan bahwa sementara sejumlah kasus yang sekarang sedang ditangani akan dipertimbangkan satu persatu, pemerintah tidak lagi menerima pendaftaran bayi baru yang dilahirkan melalui ibu surogat.

Ini bukan pertama kalinya Spanyol berusaha menghapuskan praktik surogasi internasional.

Bulan Agustus 2018, puluhan keluarga Spanyol yang memiliki anak lewat program surogasi di Ukraina dihalangi pulang ke rumahnya hingga 10 pekan, dengan alasan pemerintah khawatir terjadi malpraktik medis dan perdagangan manusia.

Seorang wanita Spanyol Cristina Alvarez, yang memiliki anak perempuan lewat surogasi di Ukriana tahun lalu, termasuk yang merasakan dampak keputusan pemerintah itu. Dia mengatakan situasinya sejak itu semakin buruk.

“Situasinya sekarang semakin buruk sebab ketika kami tiba kami semua mengetahui ada masalah registrasi,” kata wanita itu.

Sebelumnya, “orang yang mendaftar tidak menghadapi penolakan. Kami sudah tahu apa yang kami hadapi, tetapi sekarang mereka (pemerintah) semakin tidak adil.”

“Mereka akan mendaftar anak-anak yang sudah berada di sini sekarang, tetapi tidak untuk anak-anak yang akan dilahirkan besok-besok.”

Orangtua yang memiliki anak lewat surogasi itu menghadapi dilema, jika tidak didaftarkan di Spanyol maka mereka harus mendaftakan anaknya di Ukraina agar anak tersebut memiliki status kewarganegaraan. Namun, jika didaftarkan di Ukraina, para orangtua itu keberatan pasalnya mereka ingin anaknya juga berkewarganegaraan Spanyol.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Persatuan Ulama Muslimin Dunia: Al-Aqsha Barometer Kekuatan Umat!

Persatuan Ulama Muslimin Dunia: Al-Aqsha Barometer Kekuatan Umat!

Mesir Terapkan  Hukuman Mati Bagi Pelaku Pelecehan Seksual

Mesir Terapkan Hukuman Mati Bagi Pelaku Pelecehan Seksual

Pencabul 200 Anak Malaysia Mati Ditikam di Penjara Inggris

Pencabul 200 Anak Malaysia Mati Ditikam di Penjara Inggris

Raja Salman Ingin Al Azhar Sebagai Referensi Dalam Lembaga Kajian Hadits

Raja Salman Ingin Al Azhar Sebagai Referensi Dalam Lembaga Kajian Hadits

Dituduh Mengangkut Bahan Peledak 2 Orang Suriah Dibekuk di Swiss

Dituduh Mengangkut Bahan Peledak 2 Orang Suriah Dibekuk di Swiss

Baca Juga

Berita Lainnya