Warga Inggris Konsultan Humas Najib Razak Jadi Terdakwa Pencucian Uang 1MDB

Warga Inggris Konsultan Humas Najib Razak Jadi Terdakwa Pencucian Uang 1MDB

Terkait

Hidayatullah.com–Pria Inggris yang berperan sebagai spin doctor mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak ditetapkan sebagai terdakwa pencucian uang jutaan dolar dalam skandal mega korupsi di tubuh lembaga keuangan 1MDB.

Paul Stadlen, yang bekerja sebagai konsultan humas selama Najib 9 tahun berkuasa, menghadapi 2 dakwaan pencucian uang lebih dari $3 juta, lapor The Guardian Kamis (21/2/2019).

Stadlen dituduh mengawasi transfer uang ke sejumlah perusahaan antara Juni 2014 dan Agustus 2015.

Dalam sebuah pernyataan, pengacara Stadlen di London, Mishcon de Reya, menyangkal semua tuduhan terhadap kliennya dan menuding pemerintah Malaysia memanfaatkan Stadlen sebagai bagian dari “agenda politik” mereka dalam melawan Najib Razak.

Stadlen merupakan figur kontroversial di Malaysia. Dia pertama kali bekerja untuk Razak pada tahun 2009 ketika perusahaan humas tempatnya bekerja, Apco Worldwide, memenangkan kontrak dari pemerintah Malaysia. Ketika kontrak itu berakhir dalam konstroversi berkaitan hubungan perusahaan dengan Israel, Stadlen pindah kerja ke FBC Media yang mendapat kontrak jutaan dolar dari pemerintah Malaysia untuk mempopulerkan Razak di luar negeri. Perusahaan terakhir ini belakangan terungkap berkaitan dengan Paul Manafort, manajer kampanye Donald Trump yang sekarang menjadi terpidana di Amerika Serikat.

Kontrak dengan FBC Media itu rupanya juga berakhir tidak mulus, sehingga kemudian Stadlen bekerja langsung untuk kantor perdana menteri Najib Razak dengan tugas mempromosikan agenda pemerintahan Razak ke media internasional. Tahun 2015 namanya tercoreng setelah media Malaysia membongkar gaya hidup hedonisnya yang kerap berpesta pora dengan wanita-wanita cantik dan sebuah pernyataan dikeluarkan oleh pemerintahan Razak yang mengatakan bahwa Stadlen tidak digaji dengan uang negara.

Tahun lalu, komisi antikorupsi Malaysia mengatakan bermaksud berbicara dengan Stadlen sebagai bagian dari penyelidikan kasus korupsi di 1MDB.

Menurut The Guardian, Stadlen sudah meninggalkan Malaysia sejak bulan Mei tahun 2018, pertama dengan menuju Bangkok lalu meneruskan perjalannya menuju London.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !