Orang Kurdi Berunjuk Rasa Menuntut Pembebasan Abdullah Öcalan

Orang Kurdi Berunjuk Rasa Menuntut Pembebasan Abdullah Öcalan

Terkait

Hidayatullah.com–Ribuan orang Kurdi berunjuk rasa di kota Strasbourg hari Sabtu (17/2/2019) menuntut pembebasan tokoh pendiri Partai Pekerja Kurdi (PKK) Abdullah Öcalan yang dipenjara di Turki selama 20 tahun terakhir.

Dilansir RFI, sekitar 7.000 orang Kurdi (menurut penyelenggara 17.000) datang ke Strasbourg dari berbagai daerah di Eropa, untuk melakukan demonstrasi sambil mengusung bendera-bendera Kurdi dan spanduk yang menggambarkan pemimpin mereka, Abdullah Öcalan.

Orang-orang Kurdi rutin setiap tahun berkumpul di Strasbourg, kota di timur Prancis di mana terdapat kantor Dewan Eropa dan Pengadilan HAM Eropa, sejak Öcalan ditangkap di Kenya pada 15 Februari 1999 dan dibawa ke Turki untuk diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan pengkhianatan dan penghasutan untuk memberontak. Hukumannya diubah menjadi penjara seumur hidup pada tahun 2004 ketika Turki menghapuskan vonis hukuman mati bagi terpidana.

Öcalan ditempatkan di sebuah pulau penjara dekat Istanbul dalam sel isolasi. Para pendukungnya mengatakan bahwa dia tidak lagi diperbolehkan bertemu dengan pengacaranya sejak 2011.

Para pengunjuk rasa menyeru European Committee for the Prevention of Torture (CPT) –badan Uni Eropa yang bertugas menyelidiki penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusia di dalam penjara– dan European Court of Human Rights (ECHR) guna menyelidiki dugaan pelanggaran HAM atas Öcalan.

Pihak berwenang Turki bulan lalu memperbolehkan saudara lelaki Öcalan, Mehmet, untuk menjenguknya, pertama kali sejak lebih dari dua tahun silam.

Demonstran juga memberijan dukungannya terhadap Leyla Güven, anggota parlemen Turki dari Partai Demokrat Rakyat Kurdi (HDP) yang mogok makan sejak 101 hari lalu. Wanita itu melakukan aksi tersebut untuk memprotes serangan militer ke Afrin, Suriah, (di mana banyak orang etnis Kurdi tinggal) dan memprotes kondisi penjara Öcalan. Güven dibabaskan dari penjara dengan pengawasan melekat oleh aparat hukum bulan lalu, tetapi masih melanjutkan mogok makannya, hanya mengkonsumsi gula dan air garam.

Hari Jumat (15/2/2019) polisi melarang para pendukung Güven berkumpul di depan rumahnya di Diyarbakir, kota di Turki yang banyak dihuni orang Kurdi.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !