Sidang Kasus Eks Pilot Tempur Prancis Penyelundup 700Kg Kokain Dimulai

Sidang Kasus Eks Pilot Tempur Prancis Penyelundup 700Kg Kokain Dimulai
Bruno Odos dan Pascal Fauret, dua eks pilot tempur Prancis penyelunduphampir 700kg kokain.

Terkait

Hidayatullah.com—Persidangan dua pilot Prancis dan 7 orang lainnya yang dituduh berusaha menyelundupkan 700kg kokain dari Republik Dominika dan Prancis hari Senin (18/2/2019) dimulai di kota Aix-en-Provance.

Bruno Odos dan Pascal Fauret –keduanya mantan pilot pesawat tempur Prancis– ditangkap di badara Punta Cana, Republik Dominika pada Maret 2013 setelah 20 koper berisi kokain ditemukan di badan pesawat jet Falcon 50 yang mereka persiapkan untuk terbang dari Saint-Tropez, kota Prancis di pesisir Mediterania.

Dua penumpang pesawat, pengusaha Prancis bernama Nicolas Pisapia dan Alain Castany, juga ditangkap. Keempat orang itu mengklaim tidak bersalah. Mereka divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada Agustus 2015.

Pada bulan Oktober tahun yang sama, Odos dan Fauret melarikan diri dari penjara dan kembali ke Prancis lewat operasi komando mencurigakan yang dilakukan oleh bekas teman-temannya di angkatan bersenjata Prancis.

Operasi komando itu dipimpin oleh Aymeric Chauprade, yang kala itu merupakan anggota parlemen Eropa dari partai National Front (sekarang National Rally). Sejak itu Chauprade keluar dari partai politik beraliran kanan-jauh itu.

Christophe Naudin, seorang pakar bidang keamanan transportasi udara, juga ikut ambil bagian dalam pelarian kedua pilot tersebut dari penjara. Dia ditangkap di Mesir dan diekstradisi ke Republik Dominika pada 2016, dihukum lima tahun penjara pada 2017 dan dipindahkan ke Prancis pada 2018 dengan alasan kesehatan. Naudin dikeluarkan dari penjara bulan Mei 2018 dan diduga akan bersaksi di pengadilan di Aix-en-Provence.

Bulan Mei 2016, Ali Bouchareb yang diduga otak perencana operasi tersebut ditangkap di Spanyol dalam kasus penyelundupan kokain dari Amerika Latin.

Keseluruhan ada 11 orang yang menjadi tersangka dalam kasus yang diberi nama “Air Cocaine” itu. Sembilan orang yang ditetapkan sebagai terdakwa, sementara Pisapia masih berada di Republik Dominika dan Bouchareb tidak membantah keterlibatannya dalam kasus itu alias langsung mengakui kesalahannya.

Persidangan direncanakan digelar sampai 5 April tahun ini, lapor RFI.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !