Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Perusahaan Pengawas China Lacak Jutaan Etnis Uigur di Xinjiang

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebuah perusahaan pengawasan melacak gerakan lebih dari 2,5 juta orang di kawasan Xinjiang di bagian barat jauh China, menurut bocoran data yang disiarkan seorang pakar internet Belanda.

Pangkalan data jejaring yang berisi nama, nomor kartu identitas, tanggal lahir dan data lokasi dibiarkan tidak terlindungi selama berbulan-bulan SenseNets Technology Ltd, perusahaan teknologi pengenalan wajah yang berkedudukan di Shenzhen, menurut Victor Gevers, pendiri bersama organisasi nirlaba GDI.Foundation, yang pertama kali mencatat kerentanan dalam serangkaian materi yang diunggah di media sosial pekan lalu.

Data juga menunjukkan sekitar 6,7 juta titik data lokasi yang terkait dengan orang-orang yang dikumpulkan dalam waktu 24 jam, yang ditandai dengan deskripsi seperti “masjid,” “hotel,” “kedai internet,” dan tempat-tempat lain dengan kamera-kamera pengawasan mungkin ditemukan, demikian Reuters melaporkan.

“Ini sepenuhnya terbuka dan siapa pun tanpa otentifikasi punya hak-hak administratif penuh. Anda bisa pergi ke `database` dan membuat, membaca, memutakhirkan dan menghapus sesuatu,” kata Gevers.

Baca:   Delegasi Uni Eropa Kumpulkan Bukti Pelanggaran HAM China di Xinjiang

China telah menghadapi kecaman dari para pegiat, pakar, pemerintah asing dan pakar HAM PBB atas apa yang mereka sebut penahanan massal dan pengawasan ketat terhadap kaum minoritas Muslim Uighur dan kelompok-kelompok Muslim lain.

Menurut informasi di lamannya, SenseNets bekerja dengan kepolisian China di sejumlah kota. Perusahaan induk NetPosa Technoloies Ltd, yang sahamnya tercatat di bursa Shenzhen, memiliki kantor di sebagian besar provinsi China dan kawasan, termasuk Xinjiang.

Baca: “Kejahatan Rezim China atas Uighur Melebihi Kekejaman Yahudi”

SenseNet, NetPosa dan pemerintah regional Xinjiang belum menanggapi permintaan untuk berkomentar pada Ahad.

Pemerintah China telah meningkatkan pengawasan pribadi di Xinjiang selama beberapa tahun belakangan, termasuk pembangunan sistem pengawasan video dan telepon cerdas yang memantau teknologi.

Gevers mengatakan pihaknya memberi tahu langsung SenNets soal kerentanan itu sesuai dengan protokol GDI.Foundation. Menurut dia, SenseNets tidak menanggapi, tapi sejak itu perusahaan tersebut mengambil langkah-langkah untuk mengamankan bank data, kutip Indonesiainside.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sekolah Militer Rusia Tawarkan Pendidikan Gratis Untuk Pemuda Suriah

Sekolah Militer Rusia Tawarkan Pendidikan Gratis Untuk Pemuda Suriah

Gelar Pesta Gay, 200 Pria Ditangkap

Gelar Pesta Gay, 200 Pria Ditangkap

Turki Bantah Klaim Israel Al-Quds Ibu Kota Penganut Yahudi

Turki Bantah Klaim Israel Al-Quds Ibu Kota Penganut Yahudi

Koalisi 14 Maret: Libanon Harus Bebas dari Senjata Hizbullah

Koalisi 14 Maret: Libanon Harus Bebas dari Senjata Hizbullah

Menteri Luar Negeri Bahrain akan Kunjungi Turki

Menteri Luar Negeri Bahrain akan Kunjungi Turki

Baca Juga

Berita Lainnya