Reka Ulang Pembunuhan Gandhi, Wanita Tokoh Hindu Sayap Kanan Ditangkap

Reka Ulang Pembunuhan Gandhi, Wanita Tokoh Hindu Sayap Kanan Ditangkap
Pooja Pandey menembak boneka Mahatma Gandhi dengan pistol angin.

Terkait

Hidayatullah.com—Salah satu tokoh kelompok Hindu sayap kanan di india ditangkap setelah rekaman video yang menampakkan dirinya sedang mereka ulang kejadian pembunuhan Mahatma Gandhi viral.

Organisasi Hindu Mahasabha mengorganisir sebuah acara untuk “merayakan” tahun ke-71 pembunuhan Mahatma Gandhi.

Dilansir BBC Kamis (6/2/2019), dalam video itu terlihat Pooja Pandey menembak orang-orangan yang ditempeli potret Gandhi dengan pistol angin setelah mengalungkan rangkaian bunga ke potret Nathuram Godse, pelaku penembakan terhadap tokoh kemerdekaan India itu.

Gandhi sejak dulu dianggap terlalu moderat oleh sebagian kelompok Hindu sayap kanan.

Polisi berusaha menangkap Pooja Pandey sejak video itu viral, yang diduga disebarkan oleh kelompoknya pekan lalu.

Dua tim kepolisian dikerahkan untuk melacak wanita itu dan suaminya, yang juga tampak menonjol dalam video tersebut.

Polisi sudah melakukan sejumlah penangkapn lain berkaitan dengan video itu, yang direkam pada tanggal 30 Januari, tanggal pembunuhan Mahatma Gandhi.

“Kami menangkap sembilan orang dalam kurun satu pekan dan sedang mencari dua tersangka lainnya dalam kasus ini,” kata anggota kepolisian Neeraj Jadaun kepada BBC.

Godse, yang menembak Gandhi 3 kali di bagian dada dari jarak dekat pada 30 Januari 1948, merupakan aktivis kelompok nasionalis sayap kanan, yang antara lain adalah Hindu Mahasabha.

Orang-orang Hindu garis keras di India menuding Gandhi telah mengkhianati orang Hindu dengan cara bersikap terlalu pro-Muslim, memecah belah India dan bahkan menumpahkan darah yang menandai perpisahan India dan Pakistan.

In bukan pertama kalinya kelompok Hindu di India memuja Godse dan merayakan kematian Gandhi.

Pada tahun 2015, kelompok Hindu Mahasabha mengumumkan rencana untuk mendirikan patung Godse di enam distrik di negara bagian Karnataka, sehingga menyulut banyak aksi unjuk rasa.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !