Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Uni Eropa Puji Upaya Pemberantasan Ujaran Kebencian Online

Bagikan:

Hidayatullah.com—Para pejabat Uni Eropa, hari Senin (4/2/2019) memuji kemajuan dalam pemberantasan ujaran kebencian online, dengan mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi telah meningkatkan secara signifikan kemampuan mereka dalam memerangi fenomena itu.

“Perusahaan-perusahaan itu sekarang memproses 89 persen konten yang ditandai dalam waktu 24 jam, dan segera bertindak ketika diperlukan,” kata Andreus Ansip, wakil presiden Komisi Eropa untuk urusan pasar tunggal digital, seperti dikutip DW. “Ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2016.”

Perusahaan-perusahaan teknologi seperti Facebook, YouTube, Twitter dan Microsoft, mengenyahkan 72 persen konten yang ditandai sebagai ujuran kebencian dalam kurun masa itu, naik dari 28 persen di tahun 2016. Para pejabat Uni Eropa mengatakan Kode Etik untuk mengatasi ujaran kebencian online yang dibuat pada tahun itu terbukti sukses, tetapi masih perlu dilakukan upaya lebih banyak lagi.

“Perang melawan tindakan ilegal berupa ujaran kebencian online ini masih jauh dari tuntas,” kata Vera Jourova, anggota Komisi Eropa bidang kehakiman. “Kami tidak melihat konten-konten semacam itu berkurang di berbagai platform media sosial. Namun, kami melihat ada tanda bahwa Kode Etik merupakan alat yang berguna dalam memberikan tindakan tegas dalam menghadapi tantangan itu.”

Pada tahun 2016 Uni Eropa membuat Kode Etik sebagai cara untuk menekan pengelola platform media sosial membasmi ujaran kebencian yang merebak di masyarakat secara online. Tahun itu, penanggulangan ujaran kebencian serta kampanye menyesatkan yang ditujukan untuk mempengaruhi hasil pemilu menjadi kebijakan penting bagi pemerintah negara-negara Uni Eropa.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

WHO Peringatkan Wabah Demam Kuning di Ethiopia

WHO Peringatkan Wabah Demam Kuning di Ethiopia

Keberanian Malaysia Menolak Atlet ‘Israel’ Dapat Pujian Masyarakat Arab

Keberanian Malaysia Menolak Atlet ‘Israel’ Dapat Pujian Masyarakat Arab

Lebih 200 Ribu Wanita Prancis Alami Pelecehan di Bus

Lebih 200 Ribu Wanita Prancis Alami Pelecehan di Bus

Walikota Arcangues Rela Digantung Ketimbang Restui Homoseksual

Walikota Arcangues Rela Digantung Ketimbang Restui Homoseksual

Mahasiswa Malaysia Ini Ucapkan Syahadat Usai Dengar Ceramah Dr. Zakir Naik

Mahasiswa Malaysia Ini Ucapkan Syahadat Usai Dengar Ceramah Dr. Zakir Naik

Baca Juga

Berita Lainnya