Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

ADF: Serangan Udara Australia Tewaskan Warga Sipil Iraq

Bagikan:

Hidayatullah.com–Australian Defence Force (ADF) mengatakan bahwa serangan jet-jet tempur Australia kemungkinan menewaskan sampai 18 warga sipil ketika mereka menarget kelompok ISIS di Iraq.

Serangan tahun 2017 itu merupakan bagian dari serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam upaya mengambil alih kota Mosul.

Namun demikian, angkatan bersenjata negeri Kangguru itu mengatakan sulit untuk mengetahui pasti apakah pasukannya atau pasukan negara lain anggota koalisi atau “aktor lain” yang sesungguhnya menewaskan warga sipil itu.

“Kematian itu sangat disesalkan,” kata pejabat-pejabat ADF seperti dilansir BBC.

Marsekal Udara Mel Hupfeld mengatakan dua jet F/A-18F Super Hornets milik Australia membom militan ISIS di sebuah kawasan pemukiman pada 13 Juni 2017, setelah ada permintaan dari pasukan darat Iraq.

Serangan terpisah oleh pasukan koalisi yang tidak diketahui berasal dari negara mana terjadi secara simultan di jalan yang sama.

Meskipun survei pascaserangan tidak mendeteksi adanya korban sipil, tetapi kemudian muncul laporan “kredibel” soal korban yang jatuh, kata Hupfeld.

Isu korban sipil itu pertama kali diangkat ke publik oleh Airwars, kelompok monitor korban sipil dalam peperangan, yang mengatakan bahwa tidak kurang dari 34 orang sipil tewas dalam serangan tersebut.

Menyusul investigasi bulan Januari tahun 2018, ADF berkeyakinan antara 6 sampai 18 orang sipil terbunuh secara tidak senfaja dalam serangan tersebut. Angka itu merupakan perkiraan berdasarkan tingkat kepadatan penduduk di lokasi pemboman.

Sedikitnya 1.190 warga sipil “terbunuh tanpa disengaja” sebagai akibat dari serangan pasukan koalisi di Iraq dan Suriah sejak 2014, kata ADF dalam pernyataan hari Kamis (31/1/2019).

Hupfeld mengatakan bahwa tindakan kompensasi apapun akan ditangani oleh pusat komando angkatan bersenjata Australia.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

FSA Butuh Senjata, Bukan Tentara Asing

FSA Butuh Senjata, Bukan Tentara Asing

Vatikan Buat Langkah Baru Hindari Pastor Lakukan Pelecehan Seks

Vatikan Buat Langkah Baru Hindari Pastor Lakukan Pelecehan Seks

Pengadilan Australia Akan Sidangkan Perkara Hujatan Terhadap Islam

Pengadilan Australia Akan Sidangkan Perkara Hujatan Terhadap Islam

Pejabat Kementerian Malaysia Sebut Buku Irshad Hina Islam

Pejabat Kementerian Malaysia Sebut Buku Irshad Hina Islam

Naif Tinggalkan Kesatuan, Amerika Awalnya Tak Berniat Bebaskan Bergdahl dari Taliban

Naif Tinggalkan Kesatuan, Amerika Awalnya Tak Berniat Bebaskan Bergdahl dari Taliban

Baca Juga

Berita Lainnya