WikiLeaks: Jaksa Amerika Menekan Saksi untuk Memberatkan Assange

WikiLeaks: Jaksa Amerika Menekan Saksi untuk Memberatkan Assange

Terkait

Hidayatullah.com—Jaksa-jaksa federal Amerika Serikat berupaya menekan para saksi untuk memberikan keterangan yang memberatkan pendiri situs WikiLeaks Julian Assange. Demikian dikatakan WikiLeaks, hari Rabu (23/1/2019), berkaitan dengan apa yang disebutnya dakwaan kriminal rahasia yang dilayangkan pemerintahan Trump atas Assange.

Dilansir Reuters, WikiLeaks tidak menyebut nama-nama tertentu dalam pernyataannya. Namun, para pengacara Assange mengidentifikasi beberapa yang dihubungi jaksa dalam sebuah dokumen berisi permintaan kepada kelompok hak asasi manusia sayap dari Organization of American States agar dakwaan rahasia itu diungkap.

Reuters mendapat kutipan dokumen yang diajukan ke Inter-American Commission of Human Rights itu dan berbicara dengan salah satu orang yang disebut.

Menurut kutipan dokumen itu, salah satu orang yang dikontak oleh Kejaksaan Alexandria adalah Jacob Appelbaum, seorang pakar dan hacker berkebangsaan AS yang bermukim di Berlin.

Kepada Reuters Appelbaum mengatakan bahwa jaksa menawarkan kepadanya imunitas luas dari tuntutan hukum, tetapi dia menegaskan tidak berminat memberikan kesaksian di depan juri di pengadilan.

Saksi potensial lain yang dihubungi jaksa adalah David House. Dia seorang programer komputer di Massachusetts, menurut dokumen itu. House terlibat dalam pendirian sebuah kelompok untuk mendukung Chelsea Manning. House tidak dapat dihubungi oleh Reuters. American Civil Liberties Union yang mewakilinya dalam kasus yang berkaitan dengan Manning tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan Reuters.

Pemerintahan Presiden Obama menggelar penyelidikan besar-besaran terhadap Assange dan WikiLeaks setelah laman online itu mempublikasikan ribuan kabel diplomatik AS dan dokumen rahasia yang membeberkan operasi militer pimpinan AS di Afghanistan dan Iraq. WikiLeaks mendapatkan dokumen-dokumen itu dari Bradley Manning, mantan prajurit AS yang sekarang berubah gender dan nama menjadi Chelsea Manning.

Namun, pemerintahan Obama akhirnya memutuskan untuk tidak menuntut Assange dan WikiLeaks dengan dasar pertimbangan apa yang dilakukan kelompok itu terlalu mirip dengan aktivitas jurnalistik yang dilindungi oleh Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat.

Tahun lalu, sebuah dakwaan lain terhadap Julian Assange yang bersifat rahasia dilayangkan oleh kejaksaan ke pengadilan. Pihak kejaksaan mengatakan bahwa dakwaan itu merupakan kealpaan dan menolak mengkonfirmasi apakah benar-benar ada berkas perkara yang dimasukkan ke pengadilan.

Donald Trump memuji WikiLeaks dalam kampanye-kampanye pilpresnya tahun 2016 ketika website itu mengungkap borok-borok Hillary Clinton yang merupakan pesaingnya dari Partai Demokrat. Namun tak lama setelah Trump mulai menjabat, Mike Pompeo yang kala itu menjabat direktur CIA –sekarang menteri luar negeri– secara terbuka menyebut WikiLeaks layaknya organisasi musuh yang memberikan layanan intelijen untuk aktor-aktor negara seperti Rusia.

Assange, warga negara Australia, saat ini masih berlindung di Kedutaan Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, negara di mana dia dituduh melakukan tindak kriminal pemerkosaan yang pada akhirnya tuduhan itu dibatalkan. Assange menolak diekstradisi ke Swedia karena khawatir negara itu akan tunduk kepada perintah ekstradisi dari Amerika Serikat yang terus memburunya.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !