Hitachi Tunda Proyek Pembangkit Nuklir di Inggris

Hitachi Tunda Proyek Pembangkit Nuklir di Inggris

Terkait

Hidayatullah.com—Hitachi Ltd hari Kamis (17/1/2019) menunda proyek pembangkit listrik tenaga nuklir bernilai $28 miliar di Inggris, sehingga menghambat rencana kerajaan itu untuk mengganti pembangkit-pembangkit nuklirnya yang sudah tua.

Unit usaha Hitachi di Inggris, Horizon Nuclear Power, gagal menemukan investor swasta untuk rencananya membangun sebuah reaktor nuklir di Wylfa di Anglesey, Wales, yang diharapkan dapat memenuhi 6 persen kebutuhan listrik di Inggris.

kami memutuskan untuk membekukan proyek ini dari sudut pandang ekonomi sebagai sebuah perusahaan swasta,” kata Hitachi seperti dilansir Reuters.

CEO Toshiaki Higashihara mengatakan Hitachi bisa saja menarik diri sepenuhnya dari proyek itu dan menjual Horizon, tergantung pembicaraan dengan pemerintah Inggris.

Higashihara membantah keputusan Hitachi itu merupakan dampak dari Brexit yang sampai sekarang belum jelas arahnya.

Apabila konglomerat asal Jepang itu benar-benar mundur dari proyek pembangunan pembangkit nuklir itu, maka terbuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Rusia dan China untuk menggantikannya, sebab perusahaan swasta Barat agak kesulitan untuk bersaing.

Kemitraan antara China General Nuclear Power Corp (CGN) dan perusahaan asal Prancis EDF berencana berinvestasi dalam sektor pembangkit nuklir di Inggris, terutama di proyek Hinkley Point C di England bagian barat daya.

CGN mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya menawarkan pembangunan pembangkit listrik bertenaga nuklir di Bradwell, England bagian timur, untuk menutup kesenjangan yang mungkin terjadi dalam suplai energi di negara itu.

Inggris saat ini sedang berusaha memperbarui pembangkit-pembangkit listrik tenaga nuklir dan batubaranya yang akan berhenti beroperasi pada tahun 2020-an. Namun, ongkos pembangunan yang sangat mahal membuat pemerintah kesulitan untuk mewujudkannya.

Sebuah perusahaan Jepang lain, Toshiba Corp, tahun 2018 membatalkan proyek British NuGen setelah unit usaha reaktor nuklirnya di Amerika Serikat, Westinghouse, bangkrut dan gagal menemukan pembeli.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !