Istri Bekas Presiden Interpol Minta Suaka Prancis

Istri Bekas Presiden Interpol Minta Suaka Prancis
Grace Meng (tampak belakang), istri eks presiden Interpol Meng Hongwei minta suaka di Prancis.

Terkait

Hidayatullah.com—Istri Meng Hongwei, presiden Interpol yang ditahan di China sejak September 2018, mengajukan suaka di Prancis untuk dirinya sendiri dan dua anak kembarnya.

Grace Meng dan kedua anaknya yang berusia 7 tahun tinggal di Lyon, di mana markas besar Interpol berada. Meng Hongwei menghilang ketika melakukan perjalanan ke negeri asalnya China.

Bulan Oktober otoritas China mengatakan Meng sedang diperiksa berkaitan dengan duagaan menerima suap.

Sejak itu istrinya dan anak-anaknya ditempatkan dalam perlindungan polisi Prancis karena mendapatkan ancaman.

Saya takut mereka akan menculik saya,” kata Grace Meng seperti dikutip France Radio Inter hari Jumat (18/1/2019).

Saya menerima telepon-telepon aneh. Bahkan mobil saya dirusak. Dua orang China –satu pria dan satu wanita– membuntuti saya ke hotel,” kata wanita itu.

Dalam wawancara-wawancara dengan media wanita itu menolak menunjukkan wajahnya, karena khawatir dengan keselamatannya, lansir BBC.

Pada hari suaminya menghilang, dia mengatakan bahwa suaminya sempat mengirimkan pesan lewat media sosial berbunyi “tunggu telepon dari saya,” sebelum mengirimkan emoji bergambar pisau sebagai isyarat suaminya dalam bahaya.

Sejak menghilang pada 25 September 2018 tidak ada informasi perihal bagaimana kondisi Meng Hongwei di dalam penjara dan apa saya tuduhan yang disangkakan kepadanya.

Pekerjaan pria berusia 65 tahun sebagai presiden Interpol sebagian besar sekedar seremonial dan tidak mengharuskannya sering bepergian ke China.

Meng merupakan satu dari enam wakil menteri bidang keamanan publik yang memiliki pengaruh di China dan berpengalaman 40 tahun dalam dunia hukum di negeri tirai bambu itu. Dia sebelumnya bekerja di bawah bos keamanan China Zhou Yongkang, salah satu tokoh kuat di China yang dilucuti kekuatannya oleh Presiden Xi Jinping dengan alasan pemberantasan korupsi yang menarget lebih dari 1 juta pejabat China.

Meng Hongwei terpilih sebagai presiden Interpol pada November 2016, orang China pertama yang pernah memangku jabatan itu dan dijadwalkan mengembannya sampai tahun 2020.

Komisi Pengawasan Nasional, komisi anti korupsi China yang baru, mengatakan bahwa Meng Hongwei “diperiksa karena melanggar hukum.”

Namun, tidak seperti tuduhan yang dikenakan atas kebanyakan pejabat tinggi China, Meng tidak disebut-sebut “melanggar peraturan Partai Komunis.”

China tidak menjelaskan ke publik apa saja bukti yang dimilikinya untuk mendakwa Meng Hongwei sebagai pejabat penerima suap.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !