Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mahathir: Malayu dan Pribumi harus Jaga Malaysia

The Globe and Mail
PM Mahathir Mohammad
Bagikan:

Hidayatullah.com–Perdana Menteri  Dr Mahathir Mohamad menyatakan kesedihan atas pencapaian orang Melayu yang dianggap jauh tertinggal dibandingkan dengan ras lain.

Ia menyangkan  ketika orang-orang Melayu yang miskin berada di tanah air mereka dibandingkan dengan ras lain yang datang ke negaranya yang akhirnya berhasil mendominasi ekonomi di berbagai bidang.

Dalam hal ini, katanya, orang Melayu harus bekerja dan belajar lebih kuat untuk menyeimbangkan pencapaian mereka dengan ras lain.

“Kebenaran hari ini adalah bahwa di Malaysia orang Melayu tidak banyak di kota. Mereka tidak berdagang di kota dan tinggal di luar kota.

Baca: Bela Pribumi Melayu, Rakyat Malaysia Turun Jalan dalam Aksi 812

“Rata-rata mereka miskin di negara mereka sendiri sedangkan orang yang datang dari jauh menjadi begitu kaya sehingga bergelar jutawan,” katanya ketika hadir meresmikan Karnival Pendidikan, Karir dan Pengusaha Muda Pribumi 2018 di UiTM Shah Alam dikutip Kantor Harian BERNAMA.

Menurut Dr Mahathir, orang-orang Melayu cukup beruntung memiliki kekuatan politik yang memungkinkan mereka diberi kesempatan dan ruang dengan bantuan yang diberikan.

“Ya hari ini kita berkuasa dalam politik. Dengan kekuatan ini kami bisa untuk bantuan orang Melayu. Jika kita tidak memiliki kekuatan politik maka kita akan menjadi lebih menakutkan daripada sekarang, “katanya.

Baca: Rahasia Kebugaran Dr Mahathir Mohamad

Sementara itu, dia menjelaskan, warga Malaysia perlu bersyukur atas keamanan yang mereka hadapi saat ini dibandingkan dengan negara lain.

Oleh karena itu, katanya, untuk membalas terima kasih, orang Melayu dan Pribumi harus menjaga negara ini juga.

“Inilah perasaan yang harus ada pada kita, yang pertama kena rasa malu sebab ketinggalan dan kita akan bekerja lebih kuat untuk atasi kelemahan kita. Kalau kita diberi kesempatan untuk belajar kuasai ilmu, kita kena balas balik nikmat yang diterima secara gratis.

“Kedua, perasaan sayang kepada negara harus ada pada kita. Kita tidak suruh jadi tentara, tidak suruh berkorban nyawa tetapi hanya suruh kita berusaha untuk bangunkan negara kita, untuk jaga keamanan di negara ini,” katanya.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Basra Boikot Tentara Inggris

Basra Boikot Tentara Inggris

Dikritik, Turkish Airlines Tunjukkan Alternatif Seragam ‘Muslim’-nya

Dikritik, Turkish Airlines Tunjukkan Alternatif Seragam ‘Muslim’-nya

Prancis Kirim Pelatih Pemberontak Libya

Prancis Kirim Pelatih Pemberontak Libya

Baru Dua Bulan Menjabat, Menteri Somalia Diberhentikan

Baru Dua Bulan Menjabat, Menteri Somalia Diberhentikan

Mesir Tak Dapat Suara Tuan Rumah Piala Dunia 2010, karena Tak Mau Suap Pejabat FIFA

Mesir Tak Dapat Suara Tuan Rumah Piala Dunia 2010, karena Tak Mau Suap Pejabat FIFA

Baca Juga

Berita Lainnya