Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Malaysia Kaji Aturan Media Milik Politisi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Malaysia sedang mengkaji aturan bagi perusahaan media yang dimiliki oleh politisi dan partai politik, lansir Bernama pada Rabu.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bias dalam pemberitaan.

Menteri Komunikasi dan Multimedia Gobind Singh Deo mengatakan ini karena laporan yang dihasilkan oleh media harus transparan dan netral.

“Yang penting adalah membedakan antara kepemilikan saham dan kontrol di perusahaan-perusahaan tersebut. Ini adalah sesuatu yang harus kita pelajari,” kata Gobind dalam sesi tanya jawab di Dewan Rakyat Malaysia dikutip Anadolu.

Baca: Awas, Banyak Media Dimiliki Politisi

Gobind mengatakan pemerintah perlu memastikan berita yang diterbitkan tidak hanya netral tetapi juga memberikan gambaran nyata kepada masyarakat.

“Ya masalah ini sedang dipelajaari. Kita akan membuat keputusan dan menginformasikannya kepada Dewan,” jelas Gobind.

Baca: Media Maenstream dan Komunikasi Politik ala Berlusconi

Gobind menekankan akurasi dan tranparansi berita melalui media cetak atau online adalah hal yang penting.

Sebab pemikiran masyarakat dibentuk berdasarkan berita yang mereka baca.

Gobind juga mengatakan media juga dapat berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat sebagai media informasi yang akurat dan resmi tentang kebijakan pemerintah.

“Sekarang melalui media sosial masyarakat dapat memberikan respon cepat soal kebijakan pemerintah,” kata dia.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Beijing Balas Washington: China Perintahkan Konsulat AS di Chengdu Ditutup

Beijing Balas Washington: China Perintahkan Konsulat AS di Chengdu Ditutup

Lebih 10 Juta Anak Afghanistan yang Dilanda Perang Hadapi Kelaparan

Lebih 10 Juta Anak Afghanistan yang Dilanda Perang Hadapi Kelaparan

Hadiah “Salib Palu Arit” untuk Paus Fransiskus Memicu Perdebatan

Hadiah “Salib Palu Arit” untuk Paus Fransiskus Memicu Perdebatan

Hukuman Cambuk 40 Ribu Kali Dikritik Hakim Saudi

Hukuman Cambuk 40 Ribu Kali Dikritik Hakim Saudi

Pakar Pendidikan Australia:  Materi Pornografi Internet Banyak Jadi Guru Seks Anak Muda

Pakar Pendidikan Australia: Materi Pornografi Internet Banyak Jadi Guru Seks Anak Muda

Baca Juga

Berita Lainnya