Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Internasional

Yaman: Pemberontak Houthi tak Inginkan Perdamaian

Syiah Hautsy (Houthi) Yaman.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Yaman Khaled al-Yamani mengatakan kelompok pemberontak Yaman Houthi tidak ingin mencapai perdamaian.

“Houthi hanya ingin berperang,” kata al-Yamani seperti dilansir oleh kantor berita SABA selama pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Yaman Matthew Toler pada Selasa.

Menurut SABA, al-Yamani dan Toler membahas upaya berkelanjutan oleh utusan PBB Martin Griffiths untuk mengadakan perundingan damai baru di Swedia bulan depan.

“Pemerintah Yaman sedang mendiskusikan upaya perdamaian dengan utusan PBB,” tambah al-Yamani dikutip Anadolu Agency.

Baca:   Militer Yaman Menuju Hudaida untuk Hadapi Pemberontak Syiah al Houthi 

Dia juga mendesak komunitas internasional untuk memberikan lebih banyak tekanan pada pemberontak Syiah al Houthi agar mereka “mematuhi upaya perdamaian”.

Dalam beberapa pekan terakhir, Griffiths terlibat dalam diplomasi ulang-alik untuk mencapai penyelesaian perdamaian yang layak dan mengakhiri krisis politik bertahun-tahun Yaman.

Baca:  Tokoh Pemberontak Syiah al Houthi ajak Warga Yaman Melawan Saudi 

Yaman yang miskin masih didera kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah al Houthi mengambil alih kekuasaan, dan menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman untuk mengalahkan Houthi yang didukung Iran.

Hingga saat ini, puluhan ribu orang – termasuk banyak penduduk sipil – diyakini tewas dalam konflik yang telah menghancurkan infrastruktur negara.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Komisi Antikorupsi Malaysia Minta 80 Individu dan Entitas Kembalikan Jutaan Ringgit Dana 1MDB

Komisi Antikorupsi Malaysia Minta 80 Individu dan Entitas Kembalikan Jutaan Ringgit Dana 1MDB

AS Tangkapi Aktivis Islam

AS Tangkapi Aktivis Islam

Wanita Muslim Eropa Tetap Pertahankan Jilbabnya

Wanita Muslim Eropa Tetap Pertahankan Jilbabnya

Turki Siap Merespon Jika Uni Eropa Memberlakukan Sanksi

Turki Siap Merespon Jika Uni Eropa Memberlakukan Sanksi

Pengadilan Sita $21 Juta dari Eks Menteri Perminyakan Nigeria

Pengadilan Sita $21 Juta dari Eks Menteri Perminyakan Nigeria

Baca Juga

Berita Lainnya