Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Aktivis Tatarstan Protes Kejahatan China dengan Berdiri di Depan Konsulat

RFE
Rafik Karimullin
Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang aktivis Tatar mengadakan piket satu orang sia untuk mengecam apa yang disebutnya penganiayaan dan kejahatan oleh pemerintah China terhadap Muslim dengan cara berdiri di depan Kantor Konsulat China di Ibu Kota Republik Tatarstan, Rusia.

Rafik Karimullin dari Persatuan Pemuda Tatar Azatliq (Kebebasan) berdiri pada hari Rabu, 21 November di depan Konsulat China di Kazan dengan membawa poster, “China! Hentikan genosida masyarakat Muslim, saudara-saudara kita, Uighur, Tatar, Kyrgyz, dan Kazakh ! ” dikutip Radio Free Europe.

Pihak berwenang kota telah menolak memberi izin demonstrasi yang lebih besar.

Baca: Kemana Keadilan bagi Muslim Uighur di China?

Investigasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan pada bulan Agustus bahwa sekitar 1 juta Muslim dari provinsi Xinjiang di China barat laut ditahan di “pusat-pusat Kamp Cuci Otak” dan jutaan lainnya telah dipaksa masuk ke kamp-kamp pendidikan kembali (re-education).

China membantah fasilitas itu adalah kamp massal tanpa proses hukum.

Para pejabat mengatakan mereka adalah bagian dari “program pendidikan dan pelatihan kejuruan” yang membantu orang untuk “melihat dengan jelas esensi dan bahaya terorisme dan ekstremisme agama.”

Baca:  Saya Muslim Uighur yang Melarikan Diri dari Aksi Brutal China

Uighur adalah komunitas pribumi terbesar di Xinjiang, diikuti oleh Kazakh, dan wilayah ini juga merupakan tempat bagi etnis Kyrgyz, Tajik, dan Hui, juga dikenal sebagai Dungans.

Diperkirakan 8.000 etnis Tatar tinggal di wilayah tersebut.

Han, etnis China terbesar, adalah komunitas terbesar kedua di Xinjiang, yang berbatasan dengan Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Mongolia, Pakistan, Rusia, dan Tajikistan.*

Rep: Ahmad
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Uskup Agung Desmond Tutu Mengaku Ingin Dapat Opsi Euthanasia

Uskup Agung Desmond Tutu Mengaku Ingin Dapat Opsi Euthanasia

Kuba Sisipkan Kembali Komunisme dalam Draf Konstitusi Baru

Kuba Sisipkan Kembali Komunisme dalam Draf Konstitusi Baru

Lakhdar Brahimi Mundur Sebagai Utusan Khusus untuk Suriah

Lakhdar Brahimi Mundur Sebagai Utusan Khusus untuk Suriah

Lembaga Islam Internasional dan Turki Bantu 1.500 Keluarga Palestina

Lembaga Islam Internasional dan Turki Bantu 1.500 Keluarga Palestina

Yunani Mulai Evakuasi Migran dari Kamp Idomeni

Yunani Mulai Evakuasi Migran dari Kamp Idomeni

Baca Juga

Berita Lainnya