Ayah Jihadi Jack Minta Bantuan Kanada Pulangkan Anaknya dari Suriah

Ayah Jihadi Jack Minta Bantuan Kanada Pulangkan Anaknya dari Suriah
Kiri: John Letts dan istri. Kanan: Jihadi Jack.

Terkait

Hidayatullah.com–Ayah dari pria berkewarganegaraan Inggris-Kanada yang ditawan di kawasan Kurdi di Suriah meminta kepada pemerintah Kanada untuk membebaskan putranya.

John Letts juga meminta agar Kanada membantu repatriasi warga Kanada lainnya yang ditawan di wilayah konflik tersebut, lapor BBC.

Putranya, Jack Letts, 23, yang dijuluki “Jihadi Jack”, pergi ke Suriah pada tahun 2014. Ketika dalam perjalanan meninggalkan daerah yang dikuasai ISIS alias Daesh, dia ditangkap oleh pasukan Kurdi YPG yang memerangi ISIS.

Letts mengatakan putranya itu sudah ditawan selama 18 bulan dan kondisi kesehatannya memburuk.

“Saya membutuhkan bantuan kalian untuk menyelamatkan nyawa putra saya,” ujarnya kepada para jurnalis di Ottawa, di mana dia menemui para pejabat Kanada pada hari Selasa (30/10/2018) untuk mendiskusikan kasus putranya dan warga Kanada lain yang ditawan.

John Letts dan istrinya menghadapi gugatan mendanai terorisme setelah mengirimkan uang kepada putranya dua tahun silam, yang menurut pengakuan mereka adalah untuk membiaya kepergian putranya dari Suriah. Mereka menyatakan tidak bersalah atas dakwaan itu.

Letts memgatakan dirinya tidak bebas berbicara secara terbuka perihal kasus putranya di Inggris, karena terbentur pasal penghinaan terhadap pengadilan.

“Bahkan sangat besar kemungkinannya saya akan dijebloskan ke penjara lagi besok ketika saya terbang kembali ke Inggris,” imbuhnya.

“Sayangnya saya tidak punya pilihan lain kecuali bersuara demi putra saya tercinta dan menurut saya dia tidak bersalah,” katanya lagi.

Pasangan suami-istri Letts, yang berkewarganegaraan ganda seperti putranya, telah berulang kali meminta pemerintah Inggris dan Kanada agar turun tangan dan membantu membebaskan anaknya.

Letts mengatakan bahwa para pejabat Kanada awalnya bersikap sangat membantu saat pertama putranya ditangkap, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa situasinya sangat berbahaya untuk memindahkan anaknya itu keluar dari Suriah.

Dia mengatakan bahwa putranya “sangat naif dan sangat relijius” ketika pergi ke Suriah di usia 18 tahun, dan dia membantah tuduhan yang menyebut putranya berperang bersama ISIS.

Jack Letts alias Jihadi Jack memeluk Islam ketika masih duduk di sekolah menengah negeri Cherwell di Oxford, Inggris.

Saat menggelar konferensi pers di Ottawa, Letts didampingi Families Against Violent Extrimism (Fave), yang mengatakan bahwa saat ini ada 9 orang dewasa Kanada dan sejumlah anak-anak yang sebagian berusia di bawah 6 tahun, yang ditawan di penjara-penjara Kurdi di Suriah.

Fave mengatakan khawatir dengan kondisi mereka, karena orang-orang itu ditempatkan di tenda-tenda dan tidak memiliki pakaian yang cukup untuk memghadapi musim dingin.

“Orang-orang ini perlu dibawa ke Kanada dan mereka harus dibawa pulang sekarang,” kata Direktur Fave Alexandra Bain.

Bain mengatakan perwakilan dari bantuan hukum Reprive yang berbasis di Inggris akan pergi ke wilayah utara Suriah guna membantu proses repatriasi, apabila Kanada bersedia melengkapi dokumen perjalanan yang diperlukan orang-orang itu agar dapat keluar dari Suriah.

Pihak pemerintah Kanada mengatakan tidak ada cara yang aman bagi orang-orang itu keluar dari Suriah. Selain itu, ada kekhawatiran mereka akan ditangkap oleh otoritas Suriah ketika dalam perjalanan, dan juga berisiko ditangkap otoritas negara-negara tetangga Suriah kalaupun mereka bisa keluar. Sebagaimana diketahui negara tetangga, Turki misalnya, kerap menangkap orang-orang asing yang akan kembali ke negara asalnya dengan tuduhan terorisme setelah mereka berhasil menyeberangi perbatasan Suriah dan memasuki wilayah Turki.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri Kanada kepada BBC mengatakan bahwa kemampuannya untuk memberikan bantuan konsuler kepada orang-orang itu “sangat terbatas”. Meskipun demikian mereka berusaha menangani sebisa mungkin kasus yang diangkat Fave tersebut.

“Diplomat-diplomat Kanada sudah membuka saluran komunikasi dengan otoritas Kurdi setempat guna memverifikasi keberadaan dan kondisi para warga negara Kanada,” katanya.

Baik di Kanada maupun Inggris terjadi perdebatan cukup panas perihal apa yang harus dilakukan terhadap orang-orang yang pernah bergabung dengan ISIS yang saat ini masih terjebak di Suriah dan ingin kembali pulang.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !