Aleg Kristen Rusia: Halloween Mengajak Anak kepada Setan

Aleg Kristen Rusia: Halloween  Mengajak Anak kepada Setan

Terkait

Hidayatullah.com—Anggota legislatif Rusia yang dikenal pro-Kristen, Vitaly Milonov, mendesak Menteri Pendidikan Olga Vasilyeva agar melarang perayaan Halloween di sekolah-sekolah di Rusia dan memberikan hukuman berat kepada mereka yang melanggar.

Dilansir RT Jumat (26/11/2018), Milonov mengatakan bahwa dirinya menerima sejumlah keluhan dari orangtua, yang tidak setuju mengan penyelenggaraan pesta Halloween di sekolah putra-putrinya.

Anggota parlemen dari partai penguasa Partai Rusia Bersatu itu mengatakan bahwa Halloween baru masuk ke Rusia beberapa dekade terkahir, setelah runtuhnya Uni Soviet, dan tradisi itu bukan bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Rusia.

“Perayaan ini memiliki akar pagan (penyembah berhala) dan anti-Kristen. Perayaan itu diketahui berdasarkan pada penyembahan terhadap kekuatan-kekuatan hitam dan syaitan, serta pemujaan terhadap kematian di kalangan orang-orang Celtic,” kata Milonov.

Merayakan Halloween di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan merupakan tidakan yang tidak dapat diterima, sebab dapat “menarik anak-anak kepada mistik, satanisme dan bunuh diri,” imbuhnya.

Anggota parlemen itu mendesak menteri pendidikan agar “mengambil segala tindakan yang mungkin dilakukan” guna mencegah Halloween dirayakan di sekolah-sekolah di Rusia. Bila ada yang melanggar, maka harus diberikan sanksi yang berat atas pengelola sekolah bersangkutan.

Halloween dirayakan setiap tahun di negara-negara mayoritas Kristen pada tanggal 31 Oktober, di malam yang disebut sebagai Hari Seluruh Orang Kudus. Berdasarkan bukti-bukti arkeologi, para ahli berkeyakinan tradisi Halloween sudah dilakukan jauh sebelum kelahiran agama Kristen, yaitu oleh orang-orang pagan Celtic di Irlandia dari golongan Druid dalam festival Samhain (Samain). Samhain, atau 1 November dalam bahasa Celtic, adalah tahun baru dalam penanggalan Celtic. Festival tahun baru itu dimulai sejak hari sebelum malam tahun baru, yaitu 31 Oktober. Dalam perkembangannya, perayaan itu diadopsi oleh penganut Kristen dan dimaksudkan untuk mengenang orang-orang yang telah mati, terutama mereka yang dianggap kudus dan para martir.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !