Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Turki Perluas Investigasi Kasus Khashoggi di Hutan

AA
Bagikan:

Hidayatullah.com–Polisi Turki hari ini memperluas penyelidikan dan pencarian wartawan dan penulis Arab Saudi yang hilang, Jamal Khashoggi, ke kawasan hutan Belgrad dan rumah peternakan di wilayah Yalova, berjarak 28,5 kilometer dan 98.4 kilometer dari Istanbul, lapor koran lokal , hari Kamis.

Koran harian Yeni Safak mengutip sumber yang mengatakan, polisi tidak membatasi penyelidikan di Gedung Kantor Konsul Jenderal Arab Saudi dan kediamannya di Istanbul saja.

“Polisi tidak akan membatasi penyelidikannya hanya ke gedung konsulat Saudi dan kediaman konsul di Istanbul,” tulis koran harian Yeni Şafak Kamis (18/10/2018).

“Tim investigasi polisi fokus di lantai dasar Konsul Jenderal Arab Saudi Mohammad al-Otaibi. Peneliti juga akan melakukan penggalian di hutan Belgrad dan rumah pertanian di Yalova jika perlu, ” tulis surat kabar itu.

Baca: Saudi Tolak Ancaman Barat terkait Hilangnya Jurnalis Jamal Khashoggi

Sementara Mohammad al-Otaibi dilaporkan telah pulang ke Riyadh dua hari lalu, sebelum kediamannya diperiksa oleh polisi lebih delapan jam semalam dan hari Kamis.Media lokal juga melaporkan, salah sebuah van yang membawa beberapa anggota yang diduga ‘algojo pembunuh’ asal Saudi direkam berada di Yalova hari dimana Jamal dilaporkan hilang .

Menteri Kehakiman Turki, Abdulhamit Gul dalam wawancara dengan kantor berita Anadolu mengatakan, kasus itu diselidiki secara mendalam dan hasil penyelidikan akan diketahui beberapa waktu lagi.

Aljazeera,  melaporkan tim investigasi yang berfokus pada penyelidikan di blok C dari gedung kantor konsul yang hanya disediakan untuk personil diplomatik.

Mengutip sebuah sumber,  Aljazeera,  mengatakan tim investigasi memiliki bukti kuat bahwa Jamal terbunuh di blok bangunan.

Jamal meninggalkan Arab Saudi tahun lalu, menyusul tindakan pemerintah Arab Saudi yang dikuasai Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman, melakukan penangkapan besar-besaran individu terkenal, termasuk anak raja, menteri, wartawan, ulama, aktivis dan jutawan, yang tidak sependapat dengan pemerintah.

Jamal adalah mantan Pemimpin Redaksi Grup Watan dan pernah menjadi penasihat media kepada Pangeran Turki al-Faisal yang ketika itu menjadi Duta Arab Saudi di London dan Washington.

Baca: Media Barat: Tersangka Kasus Jamal Khasoggi Miliki Hubungan dengan Putera Mahkota

Jamal hidup di Amerika Serikat (AS) dan menjadi kolumnis Washington Post, di mana dalam beberapa tulisannya ia mengkritik kebijakan Arab Saudi terhadap Qatar dan Kanada, Perang di Yaman serta tindakan terhadap wartawan serta aktivis di Arab Saudi.

Sebelum hilang, Jamal dilaporkan bakal menikah dengan tunangannya seorang warga Turki, pada 28 September datang ke Kantor Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, tetapi setelah datang kembali pada 2 Oktober lalu, untuk mendapatkan dokumen perceraian istrinya, ia dikatakan tidak keluar dari kantor itu.

Otoritas Turki percaya Jamal terbunuh di kantor oleh sekelompok penjelajah Saudi yang diterbangkan khusus dari Riyadh.

Namun, Arab Saudi membantah tuduhan itu dan mengklaim Jamal telah meninggalkan gedung itu.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Syeikh as Sudais jadi Imam dan Kultum di Masjid Nabawi

Syeikh as Sudais jadi Imam dan Kultum di Masjid Nabawi

Malaysia Luncurkan Program Pendidikan untuk Gaza

Malaysia Luncurkan Program Pendidikan untuk Gaza

Rakyat Maroko Memprotes Pedofil Spanyol yang Dibebaskan

Rakyat Maroko Memprotes Pedofil Spanyol yang Dibebaskan

ISIS/ISIL Larang Kontrasepsi di Kota Mosul

ISIS/ISIL Larang Kontrasepsi di Kota Mosul

NATO Tangkap Ulama, Warga Afghanistan Protes

NATO Tangkap Ulama, Warga Afghanistan Protes

Baca Juga

Berita Lainnya