Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Lebih dari 20 Orang Tewas karena Minuman Miras Bajakan di Iran

Araby
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setidaknya 22 orang yang minum alkohol (miras) bajakan telah meninggal karena keracunan di Iran, kutip Kantor Berita ISNA melaporkan hari Sabtu.

Konsumsi minuman selundupan atau minuman keras bajakan tersebar luas di Iran, meski ada sanksi keras yang melarang konsumsi alkohol sejak Revolusi Iran 1979.

Moonshine (miras yang dibuat dari campuran fermentasi atau racikan dari berbagai bahan murah) kadang-kadang dicampur dengan metanol beracun sebagai pengganti etanol.

Jumlah kematian terbesar dilaporkan di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, di mana 16 orang tewas menurut ISNA dikutip alaraby.co.uk.

“Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit akibat keracunan alkohol telah mencapai 168 sejauh ini,” kata juru bicara di sebuah sekolah medis di Provinsi Fatemeh Norouzian.

Baca: Orang Iran Ternyata Doyan Mabuk 

“Enam belas dari mereka sayangnya kehilangan nyawa mereka dan delapan berada dalam kondisi kritis.”

Miras yang terkena razia aparat Iran [ISNA]

“Media Iran melaporkan bahwa setidaknya 22 telah meninggal, lebih dari 200 dirawat di rumah sakit baru-baru ini karena minum alkohol tercemar. #Alkohol dilarang di #Iran dan tentu saja, ada pasar bawah tanah besar untuk minuman, dengan yang tercemar menjadi norma bagi pelanggan yang lebih miskin.,” tulis pengguna akun twitter @Amir_Havasi.

Kepala Polisi Bandar Abbas, Esmail Mashayekh, mengatakan kepada ISNA bahwa sepasang suami istri telah ditangkap karena dicurigai memproduksi minuman keras sementara distributor yang dicurigai juga ditahan.

ISNA melaporkan tiga kematian dalam insiden terpisah di Provinsi utara Alborz.

“Dua puluh lima orang telah diracuni dalam 72 jam terakhir, tiga di antaranya telah meninggal,” katanya mengutip kepala pelayanan medis darurat di Provinsi Mehrdad Babayi.

Baca:  10 Juta Orang Iran Bekerja di Bidang Pengedaran Narkoba 

Babayi mengatakan 17 orang tetap di rumah sakit, beberapa di antaranya tidak keluar dari bahaya.

Di Provinsi Khorasan Utara di timur laut, 25 orang dirawat karena keracunan dalam 10 hari terakhir di antaranya tiga meninggal, Kepala Polisi Alireza Mazaheri mengatakan kepada IRNA.

Polisi Khorasan menyerbu sebuah penyulingan bawah tanah yang dicurigai memproduksi minuman keras tercemar dan melakukan 31 penangkapan pada Jumat malam, kutip IRNA.

Mereka yang melanggar undang-undang alkohol Iran dapat didenda, dicambuk atau dipenjarakan.

Hanya anggota agama minoritas yang diakui negara berhak untuk memproduksi atau membeli minuman beralkohol.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kasus Inses Kembali Mencuat, Presiden Prancis Berjanji Ambil Tindakan

Kasus Inses Kembali Mencuat, Presiden Prancis Berjanji Ambil Tindakan

Tunggu Wanita Mengemudi, Para Jurnalis “Nyanggong” di Jalanan

Tunggu Wanita Mengemudi, Para Jurnalis “Nyanggong” di Jalanan

Saudi Kirim 80 Ribu Ton Bantuan untuk Pengungsi Suriah

Saudi Kirim 80 Ribu Ton Bantuan untuk Pengungsi Suriah

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Korban Penembakan di Ahwaz Iran

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Korban Penembakan di Ahwaz Iran

Ide Pembentukan Polwan Jadi Polemik di Saudi

Ide Pembentukan Polwan Jadi Polemik di Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya