Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Ibu-ibu di Kenya Didesak Membunuh Bayi yang Cacat

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebuah hasil studi terbaru mendapati bahwa hampir setengah dari ibu-ibu di Kenya yang memiliki bayi cacat didesak untuk membunuh anaknya.

Studi selama 2 tahun yang dilakukan organisasi amal Disability Rights International menunjukkan bahwa para ibu kerap dipersalahkan atas kecacatan bayi mereka, lapor BBC Kamis (27/9/2018).

Lebih dari dua pertiga ibu yang diwawancarai mengatakan bahwa anak cacat dianggap sebagai kutukan.

Baca: Penghapusan Biaya Melahirkan di Kenya 

Para ibu itu mengatakan bahwa mereka sering dituding sebagai seorang pendosa dan karena itu mereka mendapat balasan dengan kelahiran anaknya yang cacat.

Seorang ibu dari bayi lelaki yang cacat menceritakan kepada peneliti bahwa neneknya memasukkan jarum ke urat nadi putranya agar dia mati secara perlahan-lahan.

Seorang ibu lain mengatakan bahwa dia disarankan agar dia menyuapi anaknya dengan cairan asam agar tewas.

Baca: Bayi Ditemukan Selamat Setelah 4 Hari Tertimbun Bangunan di Nairobi 

Akan tetapi penelitian itu tidak mengungkap berapa banyak ibu atau orangtua yang benar-benar membunuh bayinya yang dilahirkan dalam kondisi cacat.

Namun, wartawan BBC mendapatkan informasi bahwa tindakan pembunuhan terhadap bayi-bayi atau janin cacat umumnya dilakukan secara rahasia dan sering kali tidak dilaporkan.

Di Kenya, tindakan semacam itu dinyatakan ilegal.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PBB, Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Serukan “Vaksin Rakyat” Covid-19

PBB, Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Serukan “Vaksin Rakyat” Covid-19

Pakar Pendidikan Australia:  Materi Pornografi Internet Banyak Jadi Guru Seks Anak Muda

Pakar Pendidikan Australia: Materi Pornografi Internet Banyak Jadi Guru Seks Anak Muda

Saudi Usir Dubes Kanada dan Bekukan  Hubungan Perdagangan

Saudi Usir Dubes Kanada dan Bekukan Hubungan Perdagangan

Ribuan Pekerja Sektor Budaya di Belgia Protes Pembatasan Covid-19

Ribuan Pekerja Sektor Budaya di Belgia Protes Pembatasan Covid-19

Selidiki Pendeta Pedofil Dimusuhi, Polisi Ini Dapat Kompensasi Setelah 46 Tahun

Selidiki Pendeta Pedofil Dimusuhi, Polisi Ini Dapat Kompensasi Setelah 46 Tahun

Baca Juga

Berita Lainnya