Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Bahrain Menjerat 169 Orang Karena akan Membentuk ‘Hizbullah Lokal’

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemerintah Kerajaan Bahrain menjerat 169 orang pada hari Selasa yang diduga membentuk “Bahrain Hizbullah“, sebuah kelompok bersenjata lokal berafiliasi Syiah, yang dikatakan jaksa penuntut telah dilatih dan didukung oleh Korp Pengawal Revolusi Iran, sebuah cabang militer terbesar di Iran.

Dikutip Middle East Monitor, Pengumuman ini menyusul sejumlah penangkapan dan hukuman berat yang dijatuhkan di Negara Teluk yang dikenal sekutu Barat pada para terdakwa yang dituduh oleh pihak berwenang telah melakukan perbuatan ekstrem, sebagian aktivis  mengatakan sebagian besar adalah anggota oposisi damai.

Bahrain, sebuah pulau strategis di mana Armada Kelima Angkatan Laut AS bermarkas, memiliki populasi Muslim Syiah tetapi diperintah oleh keluarga kerajaan Sunni. Negara ini telah lama menuduh Iran telah memicu militansi, namun dibantah Teheran.

Baca: Syi’ah Bahrain Berdalih Bela Kerajaan

Pernyataan yang disampaikan oleh Kantor Berita Negara BNA mengatakan jaksa menuntut 169 terdakwa, termasuk 111 orang yang telah ditangkap. Mereka dituduh membentuk ‘kelompok teroris’, merencanakan pembunuhan dan menerima pelatihan dalam menangani senjata dan pembuatan bahan peledak.

“Jaksa Penuntut Umum telah diberitahu pihak Departemen Investigasi Kriminal … bahwa Pengawal Revolusi Iran telah memerintahkan beberapa anggota mereka untuk bekerja pada penyatuan berbagai kelompok militan Bahrain,” kata pernyataan itu.

“(Kelompok-kelompok) akan terlibat dalam satu organisasi teroris yang mereka sebut Bahrain Hezbollah,” katanya, menambahkan kelompok itu berencana mengirim Bahrain ke Iraq, Libanon dan Iran untuk pelatihan militer.

Uji coba ditetapkan untuk 3 Oktober, kata BNA.

Bahrain telah meningkatkan tindakan keras terhadap para kritikus, menutup dua kelompok politik utama, mencabut kewarganegaraan pemimpin spiritual komunitas Syiah dan memenjarakan para aktivis hak asasi.

Kerajaan Bahrain telah melihat kerusuhan sesekali sejak 2011 ketika pihak berwenang menghancurkan protes pro-demokrasi terutama oleh komunitas Syiah yang menuntut peran lebih besar dalam menjalankan negara.

Baca: Bahrain Eksekusi Tiga Aktivis Syiah karena Serang Polisi 

Peristiwa 2011, di mana para pemrotes sempat berkemah selama berhari-hari di Alun-alun Mutiara, yang berfungsi sebagai titik pusat aksi.  Protes ini menjadi salah satu dari rangkaian protes di sejumlah Negara Arab di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara pada 2010-2011.

Protes rakyat Bahrain awalnya bertujuan untuk mencapai hak politik dan kesetaraan bagi penduduk penganut Mazhab Syi’ah, dan kemudian berkembang menjadi seruan untuk mengakhiri sistem monarki di Bahrain.

Demonstran sering bentrok dengan pasukan keamanan, yang menjadi sasaran beberapa serangan bom. Ketua Komisi Independen Penyelidikan Bahrain (BICI) Cherif Bassiouni mengatakan, 33 orang tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka.

PBB dan kelompok-kelompok hak asasi menuduh Kerajaan Bahrain mengekang perbedaan pendapat,  mengekang pemrotes dan anggota oposisi damai.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dianggap Salahgunakan Kekuasaan, DPR AS Makzulkan Donald Trump

Dianggap Salahgunakan Kekuasaan, DPR AS Makzulkan Donald Trump

Komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks London Memiliki Tingkat Infeksi Virus Corona ‘Tertinggi di Dunia’

Komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks London Memiliki Tingkat Infeksi Virus Corona ‘Tertinggi di Dunia’

Skandal Pedofilia yang Menggerogoti Gereja Katolik Dibahas dalam Pertemuan 5 Hari

Skandal Pedofilia yang Menggerogoti Gereja Katolik Dibahas dalam Pertemuan 5 Hari

Pentagon Serahkan Rancangan Strategi untuk Mengalahkan ISIS ke Gedung Putih

Pentagon Serahkan Rancangan Strategi untuk Mengalahkan ISIS ke Gedung Putih

Yunani Mulai Evakuasi Migran dari Kamp Idomeni

Yunani Mulai Evakuasi Migran dari Kamp Idomeni

Baca Juga

Berita Lainnya