Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pekerjaan Mematikan di India: Tukang Bersih Selokan dan Jamban

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sedikitnya satu pekerja pembersih selokan atau septiktank meninggal dunia setiap lima hari sejak tahun 2017, menurut data resmi pemerintah India.

Akan tetapi, menurut para aktivis dan National Commission for Safai Karamacharis (NCSK), badan pemerintah yang memberikan data di atas, jumlah kematian yang sebenarnya jauh lebih tinggi dari itu. Otoritas di banyak negara bagian di India masih menganggap remeh perhitungan jumlah pekerja rendahan semacam itu.

Bulan ini saja, 11 orang tewas saat membersihkan selokan atau septiktank tanpa peralatan keselamatan memadai. Lima orang tewas dalam satu insiden pekan lalu di ibukota Delhi, ketika mereka masuk ke lubang pengolahan limbah.

“Tak lama Umesh masuk ke tempat itu, dia langsung jatuh pingsan,” kata Kapil Kumar, salah satu rekan kerja dari kelima korban kepada Hindustan Times seperti dilansir The Guardian Rabu (19/9/2018). “Seorang pekerja lainnya masuk untuk memeriksa keadaannya. Tetapi dia juga jatuh pingsan. Kemudian tiga orang satu per satu bergiliran masuk, tetapi mereka semua pingsan.”

Para pria tersebut merupakan bagian dari ratusan ribu orang India yang melakukan pekerjaan “pemulung manual”, membersihkan toilet-toilet kering dengan tangan, atau membersihkan septiktank dan selokan tanpa perlengkapan keselamatan.

Pekerjaan rendahan itu sepenuhnya dilakukan oleh komunitas Valmiki, salah satu kelompok masyarakat yang termasuk kelas paling rendah dalam sistem kasta di India.

Ketua NCSK Manhar Valljibhai Zala mengatakan bahwa data yang dikumpulkannya sejauh ini menunjukkan 123 kematian pekerja pembersih selokan sejak awal 2017. Dia memperkirakan sedikitnya 612 orang lain tewas dalam kasus serupa sejak 1993.

Angka tersebut merupakan data statistik resmi pertama yang dirilis pemerintah sejak mereka bersumpah akan menghapus masalah itu sejak tahun 1950-an. Para pejabat NCSK mengatakan bahwa laporan statistik itu belum lengkap, sebab hanya mencakup 13 dari 28 negara bagian dan teritori di India.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Masuk Gereja di Mombasa, Seorang Pria Mengaku Anggota Al-Shabaab

Masuk Gereja di Mombasa, Seorang Pria Mengaku Anggota Al-Shabaab

Komunitas Muslim AS Serukan Penyelidikan Kejahatan Rasial atas Pembakaran yang Menewaskan Sebuah Keluarga Muslim di Denver

Komunitas Muslim AS Serukan Penyelidikan Kejahatan Rasial atas Pembakaran yang Menewaskan Sebuah Keluarga Muslim di Denver

Saudi akan Lengkapi Kedutaannya dengan Atase Tenaga Kerja

Saudi akan Lengkapi Kedutaannya dengan Atase Tenaga Kerja

Harga Minyak Turun, Trump Ucapkan Terima Kasih pada Arab Saudi

Harga Minyak Turun, Trump Ucapkan Terima Kasih pada Arab Saudi

Biasanya Sepi, Gereja Inggris Mulai Didatangi Jemaat?

Biasanya Sepi, Gereja Inggris Mulai Didatangi Jemaat?

Baca Juga

Berita Lainnya