Selasa, 2 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Internasional

Amnesti Internasional Mengutuk Persekusi Penganut Baha’i Yaman oleh Syiah al Houthi

AP
Pengikut Baha'i Yaman melakukan aksi protes di depan kantor pengadilan negara di Sana'ah
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kelompok hak asasi internasional hari Selasa mengcecam penuntutan dan persekusi 24 anggota Baha’i Yaman, termasuk perempuan dan remaja, oleh pengadilan yang dilakukan pemberontak Syiah al Houthi atas tuduhan mata-mata.

Lynn Maalouf, Deputi Direktur Riset Amnesty International di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan kelompok itu khawatir penganut Baha’i menerima hukuman mati di tengah “proses yang sangat tidak adil”, tulis Arabnews hari Selasa, (18/09/2018).

Pengadilan dibuka hari Sabtu dan telah ditunda sampai 29 September. Seorang pengacara yang mengikuti kasus tersebut mengatakan proses pengadilan berlangsung sangat cepat dan sebagian besar terdakwa diadili secara in absentia karena hanya lima yang ditahan.

Iran melarang agama Baha’i, yang didirikan pada 1844 oleh seorang bangsawan Persia.

Baca: Mengenal “ISIS Made In Iran”

Pemberontak Syiah al Houthi yang didukung Iran telah mengkudeta pemerintahan Yaman utara sejak 2014, setelah pemerintah yang sah meninggalkan negara itu dan mencari dukungan militer oleh koalisi Negara Teluk yang dipimpinan Arab Saudi.

Syiah al Houthi telah melakukan kampanye habis-habisan melawan semua lawan politik dan agama dan menahan ribuan orang di tahanan, di mana penyiksaan merajalela.

Baca: Siapa Pemberontak Syiah Hautsi Yang Diperangi Koalisi Negara Arab [1]

Pemimpin kelompok pemberontak Syiah al Houthi telah menargetkan penganut Baha’i dalam pidato publik yang menggambarkan mereka sebagai “setan” dan beberapa Baha’i telah ditahan, disiksa dan tangkap tanpa dapat dihubungi, menurut perwakilan komunitas PBB.

Seorang tokoh Baha’i dijatuhi hukuman mati atas tuduhan berkolaborasi dengan Israel. Pada tahun 2016, lebih dari 60 wanita, pria dan anak-anak yang berpartisipasi dalam pertemuan pendidikan yang diselenggarakan oleh kelompok Baha’i ditangkap sebagai bagian dari tindakan keras terhadap komunitas keagaman.

Bani Dugal, Wakil Utama Komunitas Baha’i Internasional untuk PBB, menyatakan keprihatinan dalam sebuah pernyataan dan mengatakan tuduhan kepada kelompoknya “sangat mengkhawatirkan dan menandai intensifikasi tekanan yang luar biasa parah.”

Dia juga mengatakan bahwa target Syiah al Houthi kepada Baha’i adalah “menakutkan mengingatkan pada penganiayaan Baha’is di Iran pada 1980-an di mana para pemimpin komunitas Baha’i ditangkap dan dibunuh,” ujarnya.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Seperti 2 Koleganya, Menteri LH Inggris Juga Pernah Pakai Narkoba

Seperti 2 Koleganya, Menteri LH Inggris Juga Pernah Pakai Narkoba

Turki kepada Zionis Israel: Hamas Bukan Organisasi Teror

Turki kepada Zionis Israel: Hamas Bukan Organisasi Teror

Qatar Beri Hadiah Erdogan Jet Mewat Senilai 367 Juta USD

Qatar Beri Hadiah Erdogan Jet Mewat Senilai 367 Juta USD

Malaysia Lebih Ideal Bagi Turis Muslim Daripada Indonesia

Malaysia Lebih Ideal Bagi Turis Muslim Daripada Indonesia

Negara Teluk Bantu Krisis Ekonomi Mesir

Negara Teluk Bantu Krisis Ekonomi Mesir

Baca Juga

Berita Lainnya