Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Qatar Beri Hadiah Erdogan Jet Mewat Senilai 367 Juta USD

Boeing 747-8 hadiah Qatar
Bagikan:

Hidayatullah.com–Emir Qatar telah memberikan hadiah kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebuah pesawat Boeing 747-8 sebagai hadiah, yang dilaporkan sebagai jet pribadi terbesar dan paling mahal di dunia, demikian lapor televisi resmi TRT Haber hari Kamis.

Jet mewah itu, bernilai sekitar 367 juta USD (sekitar Rp 5,4 triliun), mendarat di Bandara Internasional Sahiba Gokcen di Istanbul dari Prancis, demikian harian Yeni Safak melaporkan.

Pesawat dilengkapi stateroom, lounge, ruang rapat, ruang duduk kelas satu, dan bahkan rumah sakit sendiri. Pesawat ini dirancang untuk membawa 94 orang, termasuk 76 penumpang dan 18 anggota awak.

Baca: Bela Turki Hadapi Amerika, Qatar Investasi Langsung Senilai 15 Miliar USD

Jet pemberian Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, juga dilengkapi dengan sistem hiburan dalam penerbangan kelas tinggi dan kamera lengkap dan sistem keamanan.

Pesawat Boeing 747-8 sebelumnya bertugas di Qatar Amiri Flight, maskapai penerbangan VIP swasta yang beroperasi secara eksklusif untuk keluarga kerajaan dan pejabat tinggi pemerintah kerajaan Teluk.

Pesawat dilengkapi stateroom, lounge, ruang rapat, ruang duduk kelas satu, dan bahkan rumah sakit sendiri

Hadiah Emir Qatar ini memicu kritik oposisi. Sebuah partai oposisi utama dari Partai Rakyat Republik (CHP), Sezgin Tanrikulu, menyuarakan keprihatinan bahwa pesawat itu dibeli dan bukannya disumbangkan ketika Turki menghadapi krisis ekonomi, kutip Hurriyet melaporkan.

Baca: Bendera Turki Berkibar di Qatar Sambut Kemenangan Erdogan

“Dia berkata, ‘Saya tidak akan mengambil uang dari Turki. Saya akan memberikan ini sebagai hadiah untuk Turki, “kata Erdogan kepada wartawan dalam perjalanan pulang dari Azerbaijan.

Mata uang Turki lira sebelum ini mengalami penurunan, menghadapi inflasi ganda dan goncangan ekonomi.

Tetapi Qatar sebagai sekutu utama Arab menyetujui paket bantuan proyek ekonomi senilai $ 15 miliar yang membantu meringankan sebagian nilai lira.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Maroko Ingin Bergabung Lagi dengan Uni Afrika Setelah 32 Tahun

Maroko Ingin Bergabung Lagi dengan Uni Afrika Setelah 32 Tahun

Sekjen OKI Iyad Madani Mengundurkan Diri

Sekjen OKI Iyad Madani Mengundurkan Diri

Bekas Menteri Portugal: Islam Bukan Agama Asing, Ia sudah Ada di Eropa Sejak Abad ke-8

Bekas Menteri Portugal: Islam Bukan Agama Asing, Ia sudah Ada di Eropa Sejak Abad ke-8

Surya Fachrizal jadi Saksi Korban Pengadilan Mavi Marmara

Surya Fachrizal jadi Saksi Korban Pengadilan Mavi Marmara

Masjid Ferhadiyan di Bosnia Dibangun Kembali

Masjid Ferhadiyan di Bosnia Dibangun Kembali

Baca Juga

Berita Lainnya