Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

WHO: Eropa Hadapi Masalah Merokok, Alkohol, Obesitas dan Imunisasi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Orang-orang di Eropa sekarang ini memiliki harapan hidup lebih lama dibanding lima tahun silam. Namun, menurut laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hal tersebut terganjal oleh masalah kesehatan besar seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol, obesitas serta menurunnya kesadaran untuk melakukan imunisasi.

Berikut ringkasan laporan terbaru WHO perihal masalah kesehatan yang dihadapi Eropa, seperti yang dirangkum oleh Euronews Rabu (12/9/2108).

Rata-rata orang Eropa sekarang ini hidup setahun lebih lama dibanding orang Eropa lima tahun silam. Ketimpangan harapan hidup di kalangan negara-negara Eropa dan jenis kelamin juga menyempit. Akan tetapi, wanita masih hidup lebih lama enam tahun dibanding pria, dan ada perbedaan 10 tahun antara negara yang tingkat harapan hidupnya tertinggi (83,1 tahun) dengan negara dengan tingkat harapan hidupnya terendah (71,6 tahun).

Konsumsi minuman beralkohol, kebiasaan merokok, merebaknya obesitas dan menurunnya orang yang bersedia melakukan vaksinasi menjadi kendala kesehatan di Eropa. Tingkat konsumsi alkohol dan rokok di benua itu merupakan yang tertinggi di dunia.

Konsumsi alkohol orang dewasa di kawasan Eropa lebih tinggi dibanding kawasan-kawasan lain di dunia.

Tingkat rata-rata konsumsi rokok tembakau orang dewasa di Eropa juga merupakan yang tertinggi di dunia. Satu dari sepuluh orang berusia 15 tahun ke atas di benua itu adalah perokok.

Kelebihan berat badan dan obesitas semakin merebak di kalangan warga Eropa, di mana lebih dari setengah orang Eropa sekarang ini memiliki bobot tubuh berlebihan. Di banyak negara, wanita lebih cenderung menghadapi masalah kelebihan berat badan dibanding pria.

Meskipun rata-rata vaksinasi di kawasan itu naik, tetapi perbedaan signifikan di kalangan negara-negara Eropa masih ada. Akibatnya, wabah penyakit yang bisa diatasi lewat vaksinasi –contohnya campak– di sebagian negara menghambat upaya negara lain untuk mengenyahkannya, kata WHO.

Laporan WHO yang dirilis setiap tiga thaun sekali ini melacak kemajuan di bidang kesehatan negara-negara dan kawasan di seluruh dunia. Laporan itu diharapkan dapat membantu pemerintah masing-masing negara mengidentifikasi masalah kesehatan dan membuat rencana kebijakan guna menanggulanginya. Target yang diharapkan antara lain mengurangi angka kematian dini, meningkatkan harapan hidup dan menekan ketimpangan kesehatan di berbagai kawasan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Menteri Urusan Agama Malaysia Berpesan Agar Pasien Covid-19 Optimistis dan Mendekatkan Diri kepada Allah

Menteri Urusan Agama Malaysia Berpesan Agar Pasien Covid-19 Optimistis dan Mendekatkan Diri kepada Allah

PM Jepang: Tak Ada Kompensasi Bar dan Klab Malam Merugi Dampak Covid-19

PM Jepang: Tak Ada Kompensasi Bar dan Klab Malam Merugi Dampak Covid-19

Aisha Dilaporkan Bakal Ganti Muammar Qaddafi

Aisha Dilaporkan Bakal Ganti Muammar Qaddafi

Inggris Bantu Rp 12,3 M Cegah Kasus Perkosaan

Inggris Bantu Rp 12,3 M Cegah Kasus Perkosaan

Pengadilan Amerika Perintahkan Film Anti-Islam Dicabut dari YouTube

Pengadilan Amerika Perintahkan Film Anti-Islam Dicabut dari YouTube

Baca Juga

Berita Lainnya