Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Nilai Kontrak UEA – Perusahaan ‘Israel’ untuk Memata-Matai Emir Qatar Senilai 18 Juta USD

AFP
Seorang wanita Israel menggunakan iPhone nya di depan kantor NSO group, di Herzliya, dekat Tel Aviv
Bagikan:

Hidayatullah.com–Nilai kontrak Uni Emirat Arab (UEA) dengan perusahaan ‘Israel’ dalam tindakan mata-mata terhadap Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Perdana Menteri Libanon Saad Hariri dan Pangeran Saudi,  pada Agustus 2013 diperkirakan bernilai sekitar 18 juta USD.

NSO Group dan afiliasinya hanya dapat menjual itu kepada Emirat dengan persetujuan kementrian pertahanan ‘Israel’,” The New York Times melaporkan baru-baru ini.

Perangkat lunak itu kemudian diperbaharui pada tahun selanjutnya dengan biaya $11 juta, menurut informasi yang The New York Times  dapatkan melalui bocoran faktur dan email tentang dua tuntutan hukum yang dilayangkan di Cyprus dan ‘Israel’ kepada NSO Group.

Tuntutan hukum itu menuduh perusaahan ‘Israel’ ikut serta dalam melakukan tindakan mata-mata ilegal. Itu dilayangkan oleh “seorang warga negara Qatar dan jurnalis dan aktivis Meksika yang menjadi target perangkat mata-mata perusahaan tersebut,” menurut The New York Times.

Ketika UEA ditawarkan pembaharuan, pemerintah ingin mengujicoba sebelum membelinya.

Baca: UEA Terbukti Sewa Perusahaan Zionis Retas Telepon Emir Qatar

Untuk mengesankan klien Emiratnya, perusahaan ‘Israel’ tersebut merekan dua panggilan telepon yang dilakukan oleh jurnalis Saud, Abdulaziz Alkhamis, dan mengirim datanya pada pemerintah Emirat. Alkhamis menegaskan pada The New York Times bahwa panggilan telepon itu benar-benar terjadi dan dia tidak sadar sedang diawasi.

Menarget aktivis hak asasi manusia

Amnesti Internasional  menyatakan pada Agustus bahwa salah satu pekerjanya telah menjadi target Pegasus dalam upaya memata-matai kelompok HAM itu.

Anggota staf tersebut telah menerima sebuah pesan Whastapp yang memuat tentang protes untuk mendukung para tahanan politik yang ditahan Arab Saudi. Amnesti Internasional menyatakan bahwa itu “jelas-jelas upaya memancing kolega kami mengklik tautan yang dikirim.”

Nama domain dalam pesan itu milik “sebuah infrastruktur jaringan besar yang sebelumnya telah tercatat berhubungan dengan pemasok perangkat mata-mata ‘Israel’, NSO Group,” tambah Amnesti Internasional.

Kelompok pembela HAM dan beberapa kelompok lain di Panama, Meksiko dan Uni Emirat Arab telah menjadi target perangkat mata-mata ‘Israel’ yang sama, penyelidikan oleh Citizen Lab dari Universitas Toronto mengungkapkan.

Amnesti Internasional mengindentifikasi seorang pembela HAM lain di Arab Saudi juga menjadi target.

Baca: UEA Dalang di Balik Krisis Qatar?

Diantara mereka yang menjadi target perangkat mata-mata itu, menurut Citizen Lab, ialah advokat HAM UAE Ahmed Mansoor, pada 2016.

Mansoor dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena postingannya di sosial media pada Mei.

Sebagaimana diketahui, The New York Times baru-baru ini mengungkap kejahatan siber Uni Emirat Arab (UEA) yang menyewa perusahaan Teknologi ‘Israel’ dalam upayanya memata-matai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Perdana Menteri Libanon Saad Hariri dan pangeran Saudi, lapor The New York Times.

Baca: Sisi Lain Krisis Diplomasi Qatar versus Saudi dan UEA

Aksi mata-mata itu menggunakan software (perangkat lunak) bernama Pegasus, digunakan oleh perusahaan perang cyber ‘Israel’ NSO Group yang biasa dijual kepada pemerintah.

Teknologi ‘Israel’ tersebut meretas smartphones dengan mengirimkan perangkat yang menjadi target sebuah pesan menarik yang berisi tautan. Jika penerima mengklik tautan itu, sistem akan menginstall  software yang dapat mengirim sejumlah data yang mengejutkan dan tidak terdeteksi kepada mereka yang memata-matai.

Data yang dapat diperoleh melalui Pegasus termasuk lokasi, rekaman, tangkapan layar, email dan pesan, password dan foto-foto.

The New York Times tidak mengatakan apakah upaya UEA untuk memata-matai para pemimpin negara rival berhasil atau mengenai informasi apa yang didapatkan.

Pertukaran teknologi mata-mata antara Uni Emirat Arab dan ‘Israel’ adalah sebuah mata rantai dalam rantai kolaborasi berkelanjutan yang dimulai pada tahun 1990-an. Kolaborasi itu telah terjadi meskipun UEA dan ‘Israel’ tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.*/Nashirul Haq AR

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Aplikasi Perjodohan Muslim Mengalami Lonjakan Unduhan Selama Pandemi

Aplikasi Perjodohan Muslim Mengalami Lonjakan Unduhan Selama Pandemi

Tes Covid-19 untuk Kucing dan Anjing yang Menunjukkan Gejala di Korea Selatan

Tes Covid-19 untuk Kucing dan Anjing yang Menunjukkan Gejala di Korea Selatan

Komisi Fatwa Mesir Sebut Ada Usaha Penyebaran Kebencian pada Islam

Komisi Fatwa Mesir Sebut Ada Usaha Penyebaran Kebencian pada Islam

Obama Siap Kirim “Senjata Mematikan” untuk Oposisi Suriah

Obama Siap Kirim “Senjata Mematikan” untuk Oposisi Suriah

Kelompok Muslim AS Mengumpulkan Sumbangan untuk Korban Rumah Ibadah Yahudi

Kelompok Muslim AS Mengumpulkan Sumbangan untuk Korban Rumah Ibadah Yahudi

Baca Juga

Berita Lainnya