Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Uber Fokus ke Persewaan Skuter dan Sepeda daripada Mobil

Bagikan:

Hidayatullah.com–Uber akan lebih fokus pada bisnis persewaan skuter dan sepeda listrik daripada mobil, meskipun laba yang didapat faktanya akan lebih sedikit.

Bos Uber, Dara Khosrowshahi mengatakan bahwa moda transportasi perorangan lebih cocok di lingkungan dalam kota. Dia juga memperkirakan orang akan lebih sering melakukan perjalanan jarak dekat di masa depan.

“Di jam-jam sibuk, sangat tidak efisien bagi barang metal seberat satu ton (baca: mobil) mengangkut satu orang ke tempat yang jaraknya 10 blok,” kata Khosrowshahi kepada Financial Times seperti dilansir BBC Ahad (26/8/2018).

Baca: Bos Uber: Pasar di Amerika Tidak Menguntungkan

“Dalam jangka pendek secara finansial, mungkin ini tidak akan menguntungkan bagi kami. Namun, secara strategi jangka panjang kami berpikir itulah sesungguhnya yang ingin kami tuju.”

Khosrowshahi mengakui Uber akan menghasilkan uang lebih sedikit dari persewaan sepeda dalam jarak perjalan yang sama dibanding mobil. Namun, menurutnya pelanggan akan lebih sering bepergian dengan sepeda dan demikian pula dalam penggunaan aplikasinya.

Bisnis persewaan sepeda listrik Uber, yang diberi nama Jump, saat ini sudah tersedia di delapan kota di Amerika Serikat, termasuk New York dan Washington. Jump juga akan beroperasi di ibukota Jerman, Berlin, tidak lama lagi.

Uber membangun kerja sama dengan Lime, sebuah perusahaan skuter listrik, serta membuat kesepakatan dengan perusahaan di bidang lain seperti transit publik dan jasa pengangkutan.

Uber, yang mengalami kerugian $4,5 miliar tahun lalu, sedang berada dalam tekanan untuk memperbaiki kondisi finansialnya sebelum melepas saham perusahaan ke publik.

Baca: Ricuh Demo Sopir Taksi, Siapa Untung Siapa Rugi? 

Pendapatan dari bisnis taksi onlinya memang naik, tetapi biaya ekspansi bisnis ke bidang lain, seperti persewaan sepeda dan pengiriman makanan, mempercepat angka kerugian.

Selain itu, bisnis Uber juga mengalami tekanan regulasi di berbagai negara.

Bulan ini New York menyetujui pembatasan sementara bagi taksi-taksi online Uber guna meredam kemacetan lalu lintas di daerah itu. Sementara di ibukota Inggris, Wali Kota London mengatakan sedang mempertimbangjan untuk melakukan pembatasan serupa.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pemimpin Spiritual Bahas AIDS di PBB

Pemimpin Spiritual Bahas AIDS di PBB

Toko Inggris Boikot Kosmetik Israel

Toko Inggris Boikot Kosmetik Israel

Anwar Ibrahim Masih Dipercaya Rakyat

Anwar Ibrahim Masih Dipercaya Rakyat

Perundingan damai intra-afghanistan taliban as

Pemimpin Afghanistan Memperingatkan AS agar Tidak Menghentikan Kesepakatan Damai

Bavaria Jerman Perintahkan Salib Dipasang di Gedung Pemerintah

Bavaria Jerman Perintahkan Salib Dipasang di Gedung Pemerintah

Baca Juga

Berita Lainnya