Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pengacara Ternama Iran yang Dipenjara Lakukan Mogok Makan

Nasrin Sotoudeh (55)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengacara hak asasi manusia yang dipenjara oleh pengadilan Iran, Nasrin Sotoudeh (55), aksi protes mogok makan di penjara pada hari Sabtu (25/08/2018) lalu.

Wanita yang dipenjara sejak bulan Juni lalu itu melakukan aksi mogok makan dalam rangka memrotes atas penangkapan yang terjadi belum lama ini terhadap seorang aktivis hak-hak sipil terkemuka beserta pelecehan terhadapnya dan keluarganya oleh pasukan keamanan Iran.

Sotoudeh menjalani sekitar setengah dari hukuman selama enam tahunnya di penjara yang dijatuhkan pada tahun 2010 lalu karena menyebarkan propaganda serta berkonspirasi untuk membahayakan keamanan negara Iran walau tuduhan tersebut berhasil ia bantah yang pada akhirnya ia dibebaskan pada tahun 2013.

Baca: Ribuan Demonstran Iran: “Kami Tidak Menyembah Tuhan Orang Arab” 

Ia  kemudian ditangkap kembali pada bulan Juni lalu bersama dengan suaminya, Reza Khandan.

“Karena tidak ada korespondensi saya dengan pihak berwenang yang membuahkan hasil, saya tidak punya pilihan selain memulai mogok makan pada hari Sabtu (25/08/2018) sebagai protes terhadap penangkapan dan tekanan pengadilan terhadap keluarga, kerabat, dan teman-teman saya,” ujar Sotoudeh menulis di halaman Facebooknya  dikutip Reuters, hari Ahad (26/08/2018).

Sotoudeh menambahkan dalam caption Facebooknya bahwa ia berharap menemukan penegakan hukum dan keadilan di negara Iran.

Baca: Iran Diguncang Demontrasi Anti Pemerintah dan Anti Mullah

Sotoudeh, yang telah mewakili aktivis oposisi Iran pernah melakukan mogok makan selama 50 hari sebelumnya pada tahun 2012 lalu sebagai protes pelarangan perjalanan bagi putrinya.

Kasusnya kemudian menyebabkan kecaman internasional di mana Amerika Serikat dan kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengkritik Republik Islam yang pada akhirnya ia dibebaskan pada September 2013 lalu, menjelang kunjungannya ke PBB oleh Presiden Hassan Rouhani.

Sotoudeh baru-baru ini mewakili sejumlah wanita yang melepaskan jilbab mereka di depan umum untuk memrotes aturan busana Muslim wajib di Iran.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tokoh Apartheid FW de Klerk Mundur dari Seminar Rasisme di AS

Tokoh Apartheid FW de Klerk Mundur dari Seminar Rasisme di AS

Bush Restui Sharon Bangun Tembok Pemisah

Bush Restui Sharon Bangun Tembok Pemisah

CFO Huawei Gugat Pemerintah Kanada

CFO Huawei Gugat Pemerintah Kanada

Mayoritas Pemilih Ukip Tak Mau Politisi Yahudi Ed Miliband Jadi PM Inggris

Mayoritas Pemilih Ukip Tak Mau Politisi Yahudi Ed Miliband Jadi PM Inggris

Napi di Alabama AS Melarikan Diri Menggunakan Selai Kacang

Napi di Alabama AS Melarikan Diri Menggunakan Selai Kacang

Baca Juga

Berita Lainnya