Ketua Parlemen Libanon Bertemu Cendekiawan Muslim

Libanon dilanda perang tahun 1975-1990 mengakibatkan 130.000 penduduk tewas

Ketua Parlemen Libanon Bertemu Cendekiawan Muslim

Terkait

Hidayatullah.com—Ketua  Parlemen Libanon, Nabih Berri hari Selasa (07/08/2018) siang bertemu perwakilan dari Perkumpulan Cendekiawan Muslim dan menjelaskan situasi dan kondisi yang berkembang saat ini di ‘Ain Al-Tinah.

Berbicara atas nama delegasi, Syeikh  Ahmad al-Amin mengatakan mereka berbicara tentang berbagai masalah lokal, regional dan budaya.

Delegasi itu memberi selamat kepada Ketua DPR yang baru dan menyerukan pembentukan pemerintahan cepat untuk mengatasi kesulitan-kesulitan sosio-ekonomi yang ada.

“Seperti biasanya, pertemuan ini merupakan kesempatan untuk membahas situasi lokal, regional, dan kebudayaan. Kami memiliki visi yang sama.

Perkumpulan Cendekiawan Muslim menyampaikan rasa terima kasih kepada negara Libanon karena telah mempercayai Nabih Berri. Masyarakat Libanon telah memilihnya lagi, demikian juga parlemen Libanon yang telah kembali memilih Nabih Berri sebagai Ketua Parlemen,” kata Syeikh Ahmad Al-Amin yang mewakili Perkumpulan Cendekiawan Muslim dalam pertemuan itu.

Baca: Iran akan Memberikan Libanon Hibah Militer

Setelahnya, Berri menjamu Komite Konferensi Sahi Beirut yang dipimpin Kamal Shatila.

“Seperti biasa, pertemuan ini adalah pertemuan yang bagus bersama perwakilan Perdana Menteri (Nabih Berri) yang senantiasa bertanggung jawab khususnya dalam keadaan yang sulit dan keras. Karena kita berada di saat-saat krisis yang dapat menerobos atau mengubah perundang-undangan.

Setelah 130.000 jiwa meninggal dalam Perang di Libanon(1975-1990), kami berhasil menghasilkan undang-undang yang seimbang yang di dalamnya terdapat kesetaraan antar sekte, warga negara, kearaban Libanon, dan kemerdekaan.

Namun perundang-undangan itu masih belum banyak diterapkan. Sehingga yang terpenting adalah menerapkan undang-undang segera setelah kita melihat bahwa undang-undang itu perlu diubah. Akan tetapi apabila kita menyelidiki kasus peperangan itu sekarang, hal itu hanya akan mengarah pada permasalahan yang tidak kunjung selesai,” ujar  Ketua Partai Kongres Rakyat Libanon ini dikutip arabwindow. 

Baca: Ulama Sunni Libanon Dijatuhi Hukuman Mati

Sebagaimana diketahui perang saudara yang meletus di Libanon berlangsung dari tahun 1975 hingga 1990 dan mengakibatkan 130.000 hingga 250.000 penduduk tewas.

Delegasi itu juga menggarisbawahi pentingnya memfasilitasi kembalinya pengungsi Suriah ke daerah-daerah aman di tanah air mereka melalui koordinasi antara pemerintah Libanon dan Suriah.

Di sisi lain, Nabih Berri didesak segera melaksanakan konstitusi.Shatila juga berharap Berri akan berhasil dalam usahanya untuk mencapai pemerintahan yang seimbang yang mewujudkan kekuatan nasional.*/Ja’far Auzan Muzakki

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !