Anak Buah Paul Manafort Beberkan Kejahatan Manajer Kampanye Pilpres Trump

Anak Buah Paul Manafort Beberkan Kejahatan Manajer Kampanye Pilpres Trump
Paul Manafort (lingk).

Terkait

Hidayatullah.com-Bekas wakil manajer tim kampanye pemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden 2016 membeberkan bahwa mereka melakukan sejumlah tindak pidana.

Rick Gates saksi kunci dari tim jaksa dalam kasus penipuan yang dilakukan oleh manajer kampanye Trump yang juga terdakwa dalam persidangan, Paul Manafort, mengatakan bahwa bekas bosnya itu yang mengarahkan kebanyakan kejahatan yang mereka lakukan.

Gates maupun Manafort pada Oktober 2017 dikenai dakwaan menyembunyikan uang jutaan dolar yang mereka dapat dari hasil melobi untuk politisi-politisi Ukraina.

Persidangan kasus mereka ini merupakan yang pertama berkaitan dengan penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pilpres AS tahun 2016 yang dimenangkan Donald Trump.

Dilansir BBC Selasa (7/8/2018), pada persidangan hari kelima di Alexandria, Virginia, Gates ditanya oleh tim jaksa penuntut apakah dia telah melakukan kejahatan bersama dengan Manafort, dan dia menjawab: “Ya”.

Dalam kesaksiannya Gates –yang menjabat sebagai wakil manajer tim kampanye pilpres Trump yang dipimpin Manafort– mengatakan bahwa Manafort mengarahkan dia agar melaporkan pendapatan dari luar negeri sebagai pinjaman kredit.

Hari Senin (6/8/2018) kepada juri yang beranggotakan 6 wanita dan 6 pria, Gates mengatakan bahwa diperintahkan oleh Manafort agar tidak mengungkapkan perihal rekening-rekening di bank asing yang berada di Siprus.

Tidak hanya itu, Gates juga bersaksi bahwa dirinya membantu terdakwa, Manafort, memalsukan laporan pajak, menyembunyikan perihal keberadaan 15 rekening bank di luar negeri dari pemerintah AS meskipun mengetahui tindakan itu ilegal.

Gates menambahkan bahwa dirinya “mencuri beberapa ratus ribu dolar” dari Manafort dengan menyerahkan laporan pengeluaran-pengeluaran palsu.

Pria itu juga mengaku kepada pengadilan bahwa dirinya juga pernah mencuri dari majikan-majikannya yang lain.

Paul Manafort, 69, terancam mendekam dalam sel penjara selama hidupnya jika terbukti bersalah dalam semua dakwaan.

Gates, 46, sudah mulai menjalani masa kurungan 6 tahun setelah membuat kesepakatan dengan jaksa penuntut pada bulan Februari lalu, ketika dirinya menyatakan bersalah atas dua dakwaan yaitu konspirasi dan berbohong kepada FBI.

Gates, yang aslinya dijerat dengan dakwaan ko-konspirator, di pengadilan hari Senin mengaku bersedia bekerja sama dengan pihak kejaksaan dengan harapan mendapatkan keringanan hukuman.

Kasus hukum ini berawal dari tim khusus pimpinan Robert Muller yang menyelidiki dugaan kongkalikong yang dilakukan tim kampanye Donald Trump bersama Rusia guna membantu pengusaha properti itu memenangkan pemilihan presiden AS tahun 2016 dan apakah telah terjadi pelanggaran oleh kubu Trump.

Pihak kejaksaan mengatakan Paul Manafort mengelak dari pajak yang seharusnya dibayarkan atas pendapatan jutaan dolar dari pekerjaan yang dilakukannya untuk partai politik di Ukraina yang pro-Rusia. Meskipun demikian, Manafort tidak dijerat dengan dakwaan membantu Rusia.

Sejumlah saksi telah memberikan keterangannya di pengadilan dalam kasus Paul Manafort ini.

Akuntan Cindy LaPorta, yang diberikan imunitas dari gugatan hukum, ditanya oleh jaksa apakah dia mengetahui perihal pinjaman uang $10 juta tahun 2006 dari oligark Rusia Oleg Deripaska.

LaPorta bersaksi bahwa dirinya tidak mengetahui perihal pinjaman tersebut seharusnya dimasukkan sebagai pendapatan kena pajak.

Sebelumnya pada persidangan hari Jumat, wanita itu mengaku curiga kepada Gates yang diduganya mengelabui dirinya soal keuangan Manafort.

Namun, dia juga mengatakan bahwa dirinya memiliki kesan bahwa Manafort selama ini yang mengarahkan semua tindakan anak buahnya dan “mengetahui apa yang terjadi.”*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !