Saudi Usir Dubes Kanada dan Bekukan Hubungan Perdagangan

Jumat, Kanada serukan Riyadh segera membebaskan aktivis gender yang baru-baru ini ditangkap oleh pihak berwenang Arab Saudi

Saudi Usir Dubes Kanada dan Bekukan  Hubungan Perdagangan
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir

Terkait

Hidayatullah.com–Kementerian Luar Negeri Arab Saudi hari Senin pagi mengumumkan Kerajaan Arab Saudi memanggil duta besar mereka di Kanada, mengusir duta besar Kanada di Saudi dan membekukan semua transaksi perdagangan dan investasi baru dengan negara itu.

“Kami telah diinformasikan tentang sikap Menteri Luar Negeri Kanada dan Kedutaan Besar Kanada di Arab Saudi terkait warga yang mereka sebut sebagai ‘aktivis sipil’ yang ditangkap di Kerajaan Arab Saudi. Mereka meminta pihak berwenang di Kerajaan Arab Saudi untuk segera membebaskan ‘aktivis sipil’ itu,” tambah Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataannya yang dipublikasikan pada media resmi Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Saudi melanjutkan, “Sikap Kanada yang buruk dan mengejutkan ini tidaklah sesuai dengan kenyataan yang terjadi, dan tidak berdasarkan informasi dan fakta yang benar,” kutip BBC Arabic.

“Penangkapan terhadap ‘aktivis sipil’ yang telah disebutkan itu dilakukan oleh pihak berwenang dan profesional, yaitu Kantor Kejaksaan. Ia ditangkap karena melakukan tindakan kriminal dan harus ditahan menurut prosedur hukum yang akan menjaga hak-hak mereka, dan menjamin diri mereka selama tahap penyelidikan dan persidangan,” tandas Kementerian Luar Negeri Saudi.

Baca: Arab Saudi Ancam Tarik Dutanya dari Iran

Kementerian Luar Negeri Saudi juga menegaskan, bahwa sikap Kanada telah jelas-jelas mengintervensi urusan dalam negeri Kerajaan Arab Saudi dan berlawanan dengan norma-norma dan perjanjian internasional. Hal itu adalah pelanggaran berat dan tidak bisa diterima atas perundang-undangan Kerajaan Arab Saudi, otoritas peradilan, dan prinsip-prinsip Kerajaan.

Kementerian Luar Negeri Saudi memandang sikap Kanada sebagai sikap yang menyerang Kerajaan Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri Saudi juga sangat menyesalkan permintaan Kanada untuk segera membebaskan ‘aktivis sipil’ asal Kanada, sebagai sesuatu yang tidak bisa diterima dalam hubungan antara kedua negara.

“Kami secara mutlak menolak sikap Pemerintah Kanada, dan menegaskan keberatan kami atas intervensi urusan dalam negeri kami dari setiap negara, termasuk Kanada. Kami juga benar-benar menolak untuk mengintervensi urusan dalam negeri lain, serta hubungan antara pemerintah negara lain dengan warganya. Kami juga menyatakan bahwa upaya-upaya Kanada ini secara eksplisit berarti bahwa kami juga dapat mengintervensi urusan dalam negeri Kanada secara legal.

“Agar Kanada dan negara lain memahami bahwa Kerajaan Arab Saudi sangat menjaga warga negaranya, maka kami mengumumkan pemanggilan pulang duta besar Kerajaan Arab Saudi di Kanada untuk berkonsultasi. Kami tidak menghendaki kehadiran duta besar Kanada di Arab Saudi dan ia harus meninggalkan Kerajaan Arab Saudi dalam waktu 24 jam. Kami juga mengumumkan pembekuan terhadap semua aktivitas perdagangan dan investasi terbaru antara Kerajaan Arab Saudi dan Kanada, dan tetap mempersilakan mereka untuk mengambil langkah-langkah lain,” begitu lanjutan pernyataan dari Pemerintah Arab Saudi dikutip mogaznews.

Baca:  Dukung Saudi, Qatar Ikuti Negara Arab Tarik Dubes dari Iran 

Pada hari Jumat, Kanada menyerukan Riyadh untuk segera membebaskan para aktivis gender yang baru-baru ini ditangkap oleh pihak berwenang Arab Saudi, termasuk Samar Badawi.

Badawi dan aktivis gender Saudi lain, Nassima al-Sadah, yang pernah ditangkap di kerajaan  Saudi.

Pada tahun 2012, Badawi menerima penghargaan Women of Courage internasional dalam sebuah upacara di Washington dari mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dan dari Ibu Negara Michelle Obama.

Wanita Indonesia yang pernah menerima penghargaan itu adalah pakar sejarah politik yang juga aktifis liberal, Dr Siti Musdah Mulia, doktor bidang pemikiran politik Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah menerima penghargaan dari Menlu Condoleezza Rice karena dianggap berhasil menuntaskan proyek perdana  Counter Legal Draft (CLD) yang bertujuan merevisi Kitab Undang-Undang Hukum Islam Indonesia yang dinilai sarat masalah.*/Ja’far Auzan Muzakki

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !