Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kendaraan Dubes Amerika untuk Bangladesh Diserang Milisi Bersenjata

DW
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kendaraan yang membawa Duta Besar Amerika Untuk Bangladesh Marcia Bernicat menjadi sasaran serangan Sabtu malam (04/08/2018) di Ibu Kota Dhaka, ketika ia pulang dari sebuah acara makan malam yang sekaligus perpisahan bagi seorang kepala badan nirlaba di negara itu.

Pernyataan yang dirilis Kedutaan Besar Amerika di Dhaka mengatakan kendaraan yang membawa duta besar “diserang sekelompok laki-laki bersenjata, sebagian mengendarai motor, di daerah Mohammadpur,” dan menambahkan bahwa Bernicat dan tim keamanannya “meninggalkan daerah itu dalam keadaan selamat.”

“Duta besar, supir, dan staf keamanan tidak menderita luka-luka; namun dua kendaraan pengamanan rusak,” tambah pernyataan itu dikutip Voice of America.

Kedutaan Besar Amerika di Dhaka menyampaikan penghargaan kepada polisi karena “tanggapan cepat dan profesional terhadap insiden itu.”

Baca: Harga Mahal, Warga Bangladesh Jarang yang Merokok

Bernicat baru saja menghadiri acara makan malam bagi Badiul Alam Majumder, wakil presiden kelompok HAM “The Hunger Project” yang juga direktur badan itu untuk Bangladesh.

Mantan menteri luar negeri Bangladesh Kamal Hossain juga diyakini menghadiri acara itu.

Serangan terhadap Duta Besar Amerika Serikat tersebut bersamaan dengan unjuk rasa ribuan mahasiswa. Menurut BBC, sedikitnya 50 orang cedera setelah mereka bentrok dengan kepolisian. Sementara kantor berita AFP menyebut angka 100 orang luka-luka.

Obaidul Quader, Sekretaris Jenderal Liga Awami, mengatakan kepada wartawan bahwa aktivis partai bertindak membela diri ketika para siswa menyerang lebih dulu.

“Apakah kita akan mencium mereka jika mereka maju ke kantor Liga Awami?” katanya.

Baca: Begini Semrawutnya Lalu Lintas di Bangladesh

Pejabat pemerintah telah menyerukan diakhirinya aksi protes. Perdana Menteri Sheikh Hasina mendesak para demonstran untuk tinggal di rumah.

“Apa pun yang mereka lakukan sudah cukup,” katanya, seraya menambahkan bahwa polisi telah memulai kampanye seminggu untuk membuat jalan raya lebih disiplin.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan memperingatkan bahwa kesabaran aparat penegak hukum dengan para pengunjuk rasa semakin tipis.

“Bahkan kami memiliki batas. Kami akan mengambil tindakan jika batas itu terlampaui,” katanya.

Sejak Sabtu, Bangladesh dilanda kerusuhan menjurus kekerasan. Polisi terpaksa membubarkan pengunjuk rasa yang menguasai simpul jalan di Kota Dhaka dengan tembakan gasa air mata.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Nama Mubarak Dihapus dari Tempat Umum

Nama Mubarak Dihapus dari Tempat Umum

Walikota Bayt Lahiya Berbela Sungkawa atas Musibah di Indonesia

Walikota Bayt Lahiya Berbela Sungkawa atas Musibah di Indonesia

Rumsfeld Akui Serang Iraq adalah Kesalahan

Rumsfeld Akui Serang Iraq adalah Kesalahan

150 Lebih Demonstran Palestina Mengalami Luka-Luka

150 Lebih Demonstran Palestina Mengalami Luka-Luka

Akibat Skandal Buku Kepala Militer Denmark Mundur

Akibat Skandal Buku Kepala Militer Denmark Mundur

Baca Juga

Berita Lainnya