Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Profesor China Ditangkap Usai Wawancara Live Mengkritik Rezim Komunis

NP
Profesor Sun Wenguang
Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang cendekiawan China ditangkap ketika sedang melakukan wawancara dalam siaran langsung televisi Voice of America (VOA), menuai kritik aktivis hak asasi makin mengkhawatirkan penindasan rezim komunis China di negeri itu.

Diberitakan Newsweek hari Kamis (02/08/2018), Profesor Sun Wenguang   ada sekitar delapan polisi datang ke rumah ketika dia melakukan kritik dana China yang dipinjamkan ke Afrika.

Pensiunan dosen Shandong University yang kritis terhadap catatan hak asasi China, diyakini berada dalam tahanan militer di Jinan, China timur. Ia dibawa pergi ketika sedang melakukan wawancara dengan VOA edisi Mandarin melalui telepon Rabu (01/08/2018) pagi.

Pihak berwenang China tidak memberi alasan penahannya. VOA berusaha menghubungi Bagian Penerangan Kementerian Luar Negeri China untuk mendapat komentar, tetapi telepon seluler yang dibuka untuk umum dimatikan, dan telepon rumah tidak dijawab.

Baca: Pertanyakan Muslim Uighur, Wartawan Prancis Dipaksa Tinggalkan China

Hari Jumat, wartawan VOA di China mengunjungi rumah Sun di gedung apartemen dan berbicara dengan tetangganya. Mereka mengatakan, sudah lama petugas keamanan mengintai apartemennya dan mengawasi gerakannya. Tidak ada yang tahu mengapa Sun harus diawasi seperti itu.

Juru bicara VOA, Bridget Serchak, mengatakan mereka masih belum bisa mendapatkan detil apa yang sedang terjadi dengan Sun.

VOA memantau terus situasi tersebut, dan bakal menyediakan informasi segera setelah kami menerima konfirmasi,” tutur Serchak. Baru-baru ini Sun menulis surat terbuka yang mengkritisi kebijakan luar negeri Presiden Xi Jinping soal pengeluaran dana. Dia menyebut daripada dihabiskan untuk pinjaman maupun bantuan, lebih baik dana itu kembali lagi ke Negeri “Panda”.

Baca: Otoritas China Berusaha Halangi Muslim Uighur

Sejak Xi menjadi Sekjen Partai Komunis di 2012 dan presiden 2013, analis menyoroti pengekangan dalam kebebasan berpendapat. World Press Freedom Index 2018 yang dipublikasikan Jurnalis Lintas Batas, menempatkan China pada rangking 176 dari 180 negara.

Laporan itu juga menyebut Xi sebagai “pemimpin sensor di Bumi dan predator bagi kebebasan pers di sana”.

Dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal di 2015, Xi mendeskripsikan apa itu “kebebasan” dan “aturan”.

“Kebebasan dan aturan harus hidup berdampingan. Kebabasan merupakan tujuan dari aturan, dan aturan menjamin kebebasan,” tutur Xi.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bantuan Terhalang, Sekjen PBB Salahkan Rezim dan Oposisi Suriah

Bantuan Terhalang, Sekjen PBB Salahkan Rezim dan Oposisi Suriah

Divonis Bersalah Menghina Orang Maroko, Geert Wilders Ajukan Kasasi

Divonis Bersalah Menghina Orang Maroko, Geert Wilders Ajukan Kasasi

Eks Presiden Jacob Zuma Gagal Hentikan Gugatan Korupsi

Eks Presiden Jacob Zuma Gagal Hentikan Gugatan Korupsi

Polisi Turki Periksa Media terkait Foto Selife Palsu Erdogan

Polisi Turki Periksa Media terkait Foto Selife Palsu Erdogan

Kamera Mati Obama Tidak Lihat Penggerebekan Bin Ladin

Kamera Mati Obama Tidak Lihat Penggerebekan Bin Ladin

Baca Juga

Berita Lainnya