Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Malaysia Akan Memantau Pengasuh Anak

Wakil Perdana Menteri, Wan Azizah Wan Ismail
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Malaysia bermaksud meningkatkan Undang-Undang  Perawatan Anak 1984 untuk memastikan pemantauan yang lebih efektif dari pengasuh anak di rumah.

Wakil Perdana Menteri Dr Wan Azizah Wan Ismail mengatakan langkah itu akan dimungkinkan dengan kerja sama antar kementerian.

“Kami ingin melakukan perbaikan dan kami memiliki tim khusus, ini di seluruh kementerian, bukan hanya Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat (KPWKM). Kasus Adam Rayqal juga mempertimbangkan penyelidikan polisi, Kementerian Dalam Negeri (KDN) dan Jaksa Agung harus bekerja sama.

“Saat ini kami harus bekerja sama untuk meningkatkan undang-undang yang ada,” katanya dalam konferensi pers setelah memimpin Perayaan Dewan Pemuda Malaysia (MBM), sebuah payung badan koordinasi pemuda dan masyarakat pelajar di Malaysia yang didirikan pada 23 Juli 1948.

Baca:Irena Handono: Jangan Tinggalkan Anak di Rumah Demi Karir

Wan Azizah mengakui bahwa ada penghalang bagi akta yang terlibat untuk memantau tempat pengasuhan anak.

“Saya berbicara dengan ruang Jaksa Agung bahwa adalah mungkin untuk memiliki rekaman CCTV atau apa yang dapat dilihat setidaknya kita tahu kegiatan pengasuh anak. Untuk saat ini, dengan tidak adanya saksi, “tambahnya dikutip Astroawani.

Tindak lanjutnya, katanya, komite akan dibentuk untuk mempelajari masalah melibatkan pusat perawatan komprehensif dengan kerja sama dari kementerian terkait.

“Kami sedang dalam perencanaan (membuat komite) karena melibatkan kementerian lain,” katanya.

Dia mendesak para pengasuh di rumah untuk mendaftar ke kementerian guna memastikan pemantauan berjalan secara efektif.

“Memang, kami mendorong orang tua untuk mengirim anak-anak yang terdaftar di  Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat.

“Namun, kami memiliki kendala karena kami tidak tahu di mana perawatan ini tidak terdaftar tetapi merawat anak-anak. Ini terjadi di tempat-tempat di mana kecelakaan atau kematian terjadi. Kami ingin mereka mendaftar karena sulit bagi kami untuk memantau kegiatan dan cara mereka merawat anak-anak mereka, “katanya.

Baca: Bahagia Merawat Anak dengan Tangan Sendiri 

Sikap pemerintah Malaysia ini muncul terkait kisah pilu sebuah keluarga di Malaysia. Dimana pasangan Farrah Madihah Othman (28) dan Mohd Sufi Naeif Mohd Fauzi (28) yang kehilangan  putranya, Adam Rayqal (balita berusia 5 bulan) yang ditemukan meninggal dalam kondisi tragis.

Peristiwa 4 Juli 2018 itu  mengejutkan masyarakat Malaysia, karena  Adam Rayqal Mohd Sufi, ditemukan di lemari pendingin dua pintu di rumah pengasuhnya di Jalan Laksamana Kiri Tiga, Kampung Nakhoda, Batu Caves pada jam 11 malam.

Baru-baru ini, Naufal Amsyar Nabil Fikri, 10 bulan, meninggal pada 21 Juli 2018 setelah cedera kepala parah diyakini telah jatuh dari  rumah pengasuhnya, menghembuskan nafas terakhir selepas empat hari menerima perawatan di Hospital Pakar Sultanah Fatimah, Muar.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ateis Inggris Gugat Parkir Gratis Bagi Warga Kristen

Ateis Inggris Gugat Parkir Gratis Bagi Warga Kristen

Turki Siap Menjadi Musuh Utama Israel

Turki Siap Menjadi Musuh Utama Israel

PAS Resmikan Kota Islami

PAS Resmikan Kota Islami

Angkatan Laut Israel Membunuh Nelayan Palestina

Angkatan Laut Israel Membunuh Nelayan Palestina

Uskup Seville Larang Muslim Shalat di Masjid Cordoba

Uskup Seville Larang Muslim Shalat di Masjid Cordoba

Baca Juga

Berita Lainnya