Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Presiden Tunisia Desak PM Youssef Chahed Mengundurkan Diri

Beji Caid el Sebsi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Tunisia Presiden Tunisia Beji Caid el Sebsi mendesak Perdana Menteri Youssef Chahed untuk mengundurkan diri terkait krisis politik dan ekonomi yang melanda negara itu.

Presiden Beji Caid Essebsi telah menarik dukungannya untuk perdana menteri yang berkonflik dengan putranya.

Putra Essebsi, Hafedh Caid Essebsi, adalah pemimpin partai yang berkuasa Nidaa Tounes, yang mendesak Chahed mengundurkan diri pada bulan Mei, dimana  ia memecat Chahed melalui telepon karena kegagalan pemerintah Chahed untuk merangsang ekonomi Tunisia. Panggilannya didukung oleh serikat Perserikatan Buruh Tunisia (UGTT) yang berpengaruh, yang menolak usulan reformasi ekonomi PM Chahed.

Chahed, yang ditunjuk Essebsi pada tahun 2016, menuduh putra presiden menghilangkan partai Nidaa Tounes dan mengatakan krisis di partai tersebut mempengaruhi lembaga-lembaga negara.

Baca: Israel Khawatir Kelompok Islam Berkuasa di Tunisia

Pemecatan Chahed pun disambut baik oleh Perserikatan Buruh Tunisia (UGTT) yang menolak reformasi ekonomi ala Chahed. Di kesempatan lain, Partai Islam yang kini beralih menjadi moderat Annahdah (Ennahda) menilai pemecatan Chahed dapat menstabilkan ekonomi.

“Ada perbedaan antara pihak-pihak dan organisasi nasional tentang pemerintah, antara pemerintah dengan pemain kunci seperti UGTT dan beberapa pihak,” ujar el Sebsi kepada televisi lokal.

“Jika situasi ini berlanjut, maka perdana menteri harus mengundurkan diri atau pergi ke parlemen untuk meminta kepercayaan,” tegasnya.

Baca: Tunisia Negara Muslim Bukan Republik Islam 

Partai Annahda menyatakan bahwa penarikan Chahed akan mempengaruhi stabilitas negara pada saat itu membutuhkan reformasi ekonomi.

Tunisia dianggap sebagai model keberhasilan Arab Spring  karena protes yang menggulingkan Zainal Abidin Ben Ali (Zine El Abidine Ben Ali) pada 2011 tanpa memicu kekerasan seperti yang terjadi di Suriah dan Libya.

Namun sejak itu, sembilan kabinet gagal untuk menguraikan masalah ekonomi, termasuk inflasi dan pengangguran yang tinggi dan meningkatnya ketidakpuasan di antara para kreditur, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), yang katanya akan menyelamatkan Tunisia sejauh ini.*

Rep: Panji Islam
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Belanda Setuju Larang Burqa

Belanda Setuju Larang Burqa

Gaza Menang, Anak Palestina di Yordania Ingin Ikut Berjuang

Gaza Menang, Anak Palestina di Yordania Ingin Ikut Berjuang

Uskup Koptik Pencela Qur`an Dilarang Ikut Pemilihan Paus

Uskup Koptik Pencela Qur`an Dilarang Ikut Pemilihan Paus

Khatib Masjid al-Aqsha Serukan Bela Tempat Suci Islam

Khatib Masjid al-Aqsha Serukan Bela Tempat Suci Islam

Muslim Inggris akan miliki Bank Islam

Muslim Inggris akan miliki Bank Islam

Baca Juga

Berita Lainnya