Sabtu, 10 Juli 2021 / 30 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Sekolah Militer Rusia Tawarkan Pendidikan Gratis Untuk Pemuda Suriah

Independent
Putin didamping Menhan Rusia, Sergey Shoygu dan Presiden bertangan besi Suriah, Bashar al Assad
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemerintah Rusia mengeluarkan keputusan yang membolehkan anak-anak muda Suriah menjalani pendidikan militer di sekolah-sekolah di Rusia secara gratis, jika mereka memiliki kecapakan berbahasa Rusia dan lulus ujian yang diperlukan.

Dilansir RT, hal tersebut diumumkan dalam dokumen yang diunggah di portal web resmi legislasi pemerintah hari Jumat (13/7/2018).

Menurut keputusan itu, pihak Suriah yang harus memilih calon kadet dan melakukan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Aplikasi kemudian akan diteruskan ke pihak Rusia yang berwenang menangani proyek itu (sekolah-sekolah militer di Rusia berada di bawah Kementerian Pertahanan) sebelum tanggal 15 Januari tahun bersangkutan. Pihak Rusia kemudian akan memutuskan berapa jumlah kandidat yang lulus.

“Pihak Rusia akan menanggung seluruh biaya pendidikan mereka begitu pula biaya hidup sehari-hari,” bunyi keputusan itu.

Kandidat yang lulus harus mengikuti peraturan hukum yang berlaku di Rusia dan menghargai tradisi dan budaya tuan rumah. Selain itu tenaga mereka boleh digunakan untuk membersihkan sekolah, ruangan lainnya, serta lokasi yang berdekatan dengan tempat pendidikan.

Kesepakatan pendidikan militer antara Rusia dan Suriah itu akan berlaku selama tujuh tahun dan akan diperpanjang otomatis untuk tujuh tahun selanjutnya, jika tidak ada salah satu atau kedua pihak yang membatalkan.

Rusia pertama kali mengerahkan angkatan udaranya ke Suriah pada tahun 2015, setelah rezim Damaskus pimpinan Presiden Bashar Al-Assad meminta bantuan mereka guna memerangi kelompok ISIS dan kelompok-kelompok lainnya. Serangan udara pertama oleh pesawat-pesawat tempur Rusia atas musuh-musuh rezim Assad dilakukan pada 30 September 2015.

Pada 4 Maret 2016, Presiden Vladimir putin memerintahkan penarikan sebagian pasukan Rusia, karena dia menilai semua tujuan yang awalnya ditetapkan bagi mereka sudah tercapai.

Pada bulan Oktober 2016, parlemen Rusia meratifikasi kesepapkatan yang diteken Putin untuk menempatkan pasukan AU mereka di tiga pangkalan militer di Suriah. Rusia juga mengerahkan pasukan khusus dan sistem antipesawat di daerah sekitar guna melindungi pangkalan militer mereka di Suriah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kecewa dengan Anwar Ibrahim Seratus Anggota PKR di Kedah Hengkang

Kecewa dengan Anwar Ibrahim Seratus Anggota PKR di Kedah Hengkang

Presiden Brazil Temer Dijerat Pasal Mengganggu Proses Hukum

Presiden Brazil Temer Dijerat Pasal Mengganggu Proses Hukum

Uskup Homoseksual Akui Menikah dengan Pria Selama 14 Tahun

Uskup Homoseksual Akui Menikah dengan Pria Selama 14 Tahun

Israel Bangun Kurungan Raksasa untuk Imigran Afrika

Israel Bangun Kurungan Raksasa untuk Imigran Afrika

Malaysia Bangun Skema Percontohan Bolehkan Pengungsi Rohingya Bekerja di Negara Itu

Malaysia Bangun Skema Percontohan Bolehkan Pengungsi Rohingya Bekerja di Negara Itu

Baca Juga

Berita Lainnya