Malaysia Sebut Pencucian Uang Mantan PM Najib Razak Libatkan China

China harus berhati-hati bahwa ada sesuatu yang terjadi di kawasan ini. Khalayak tidak akan lagi menoleransi kekuasaan otoriter selamanya

Malaysia Sebut Pencucian Uang Mantan PM Najib Razak Libatkan China
Malaysiakini

Terkait

Hidayatullah.com–Pemerintah baru Malaysia mengklaim perusahaan-perusahaan amat mungkin terlibat dalam skandal keuangan yang menyeret badan investasi 1MDB dan pendirinya, mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Kementerian Keuangan Malaysia telah membekukan tiga proyek besar dengan perusahaan-perusahaan China. Dua di antaranya merupakan proyek jaringan pipa, lainnya adalah rel kereta api.

Seorang pejabat senior kementerian tersebut mengatakan kepada BBC bahwa proyek jaringan pipa digunakan untuk mencuci uang pemerintahan Malaysia sebelumnya yang dipimpin mantan Perdana Menter Najib Razak.

Najib sendiri kalah dalam pemilihan umum, pada Mei lalu. Kemudian pada 5 Juli dia disidang dengan dakwaan menerima suap senilai 42 juta ringgit atau sekitar Rp143 miliar dan tiga dakwaan lain melanggar kepercayaan.

Masing-masing dakwaan diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara jika terbukti.

Kehadirannya di ruang pengadilan hanya sehari setelah dia ditangkap di rumahnya oleh pihak penyidik kasus penggelapan miliaran dolar dari Badan Investasi Negara Malaysia, 1MDB.

Baca: Malaysia Tangguhkan 3 Proyek Besar China

Bekukan proyek

Sejak Najib kehilangan tampuk kekuasaan, hubungan Malaysia dan China tampak masam.

Sehari setelah Najib disidang, Kementerian Keuangan membekukan tiga proyek besar dengan perusahaan-perusahaan besar China. Dua proyek jaringan pipa itu jika digabungkan bernilai US$2,3 miliar atau hampir mencapai Rp33 triliun.

Para pejabat baru kementerian itu kaget ketika menemukan bahwa 88% dari uang proyek telah dibayarkan ke Biro Jaringan Pipa Petroleum China—tapi hanya 13% dari proyek yang rampung.

Tony Pua, pejabat khusus di Kementerian Keuangan Malaysia, mengatakan kepada BBC bahwa pembangunan bahkan belum dimulai. Baru kajian dari konsultan yang sejauh ini sudah rampung.

“Seluruh proyek ini berbau penipuan. (Ada banyak) elemen-elemen pencucian uang yang jelas terjadi. Kami menggelontorkan uang ke perusahaan China dan kami duga uang ini disalurkan ke pihak-pihak yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya,” papar Pua.

Menurutnya, Kementerian Keuangan meyakini uang itu dipakai untuk menutup utang 1MDB, yang didirikan Najib Razak pada 2009.

Pua mengungkap bahwa 1MDB, yang sejatinya didirikan untuk mendanai pembangunan ekonomi di Malaysia, kini berutang lebih dari US$12 miliar atau Rp172 triliun.

BBC mencoba menghubungi Biro Jaringan Pipa Petroleum China dan menanyakan mengenai tuduhan Tony Pua terkait proyek pipa Malaysia, namun perusahaan itu tidak menjawab.

Bagaimanapun, Kedutaan Besar China di London memberikan tanggapan.

“Kami telah mencatat laporan yang relevan. China selama ini telah melakoni kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Malaysia, begitu pula dengan negara lain, dengan prinsip sama-sama menguntungkan dan hasil sama-sama menang,” sebut juru bicara kedutaan.

Baca: 13 Pelajaran Peristiwa Tumbangnya Rezim di Malaysia 

Sikap Mahathir ke China

Selain membekukan proyek pipa, Kementerian Keuangan Malaysia telah membekukan proyek Kereta Pesisir Timur yang dibangun oleh Perusahaan Konstruksi Komunikasi China.

Proyek bernilai US$20 miliar atau hampir Rp287 triliun itu, menurut Kementerian Keuangan “harus dikurangi secara signifikan agar secara keuangan bisa dikerjakan”.

Kementerian tersebut mengatakan pembekuan proyek pipa dan rel kereta langsung terkait dengan kontraktor yang bersangkutan dan “bukan negara tertentu”.

Meski demikian, pemerintah baru Malaysia tampak menunjukkan perubahan sikap dengan China.

Dalam kunjungan kenegaraannya sebagai Perdana Menteri yang baru, Mahathir Mohamad memutuskan melawat Jepang terlebih dahulu—alih-alih China.

Mahathir baru akan bertandang ke China pada Agustus mendatang, ketika sejumlah kontrak yang dibekukan bisa dinegosiasikan ulang.

Sikap Malaysia itu mengundang peringatan dari harian nasionalis China, the Global Times. Surat kabar itu mewanti-wanti Malaysia agar tidak memojokkan China terlalu keras.

“Jika Mahathir ingin meninjau proyek-proyek besar yang sudah disepakati pendahulunya dan merusak kepentingan perusahaan-perusahaan China, perusahaan-perusahaan itu punya hak untuk mengklaim kompensasi,” sebut editorial harian tersebut.

Baca: Mahathir Tegaskan Malaysia Tidak Mau Berutang pada China 

Agenda kepentingan

Profesor Terence Gomez dari Universitas Malaya mengatakan hubungan dekat antara China dan Malaysia dibangun pada 2013.

Ketika itu, Najib beralih ke Beijing untuk investasi. China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, menurutnya, bersedia membantu sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan yang bertujuan menghubungkan China dan Benua Asia dan sekitarnya.

“Dua negara, keduanya punya rezim otoriter, keduanya didominasi partai berkuasa yang dominan dengan pemimpin kuat, punya agenda,” ujar Gomez.

Gomez yakin bahwa meski saat ini ada masalah antara pemerintah Malaysia dan perusahaan-perusahaan China , hubungan komersial dengan China masih kuat.

Dia mencontohkan langkah perusahaan mobil China, Geely, yang tahun lalu membeli saham perusahaan mobil Malaysia, Proton.

Disebutkan pula bahwa salah satu pebisnis pertama yang mendatangi Mahathir saat dia terpilih sebagai perdana menteri adalah miliuner China, Jack Ma.

Kendati begitu, Gomez punya peringatan terhadap China yang selama beberapa tahun terakhir membangun hubungan ekonomi kuat dengan sejumlah pemerintah otoriter di kawasan Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Kamboja.

“China harus berhati-hati bahwa ada sesuatu yang terjadi di kawasan ini. Khalayak tidak akan lagi menoleransi kekuasaan otoriter selamanya. Perubahan bisa terjadi,” tegasnya.

Itu berarti hubungan China dengan negara-negara itu pun sewaktu-waktu bisa berubah.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !