Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mendagri Jerman Larang Geng Motor Nasionalis Turki Osmanen Germania

Bagikan:

Hidayatullah.com–Jerman melarang geng motor nasionalis Turki Osmanen Germania BC, menuduh kelompok itu terlibat kejahatan dengan kekerasan. Para pejabat meyakini kelompok ini berkaitan dengan AKP, partainya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dilansir Deutsche Welle, hari Selasa (10/7/2018) Mendagri Horst Seehofer menyatakan terlarang Osmanen Germania BC, tidak memperbolehkan mereka melakukan aksi apapun.

“Klub itu menimbulkan bahaya serius terhadap hak-hak individu yang dijamin hukum serta masyarakat pada umumnya,” kata kementerian dalam pernyataannya.

Pengumuman itu menyusul sejumlah aksi penggerebekan yang dilakukan polisi atas Osmanen Germania di sejumlah negara bagian seperti Rhineland-Palatinate, Baden Wurttemberg, Bavaria dan Hesse. Pihak berwenang memperkirakan geng motor ini memiliki 300 anggota tersebar di seluruh Jerman.

Mendagri Seehofer mengatakan larangan itu, yang berlaku atas 16 cabang klub motor itu, merupakan bagian dari upaya pemerintah negara bagian dan federal dalam mengatasi kejahatan terorganisir.

“Tentu saja kebijakan itu berlaku pula atas kelompok-kelompok motor seperti Osmanen Germania, yang anggota-anggotanya melakukan tindak pidana serius,” kata menteri itu.

“Mereka yang merendahkan peraturan hukum jangan berharap sikaap lembut dari kami,” imbuhnya.

Sejak didirikan tahun 2015, Osmanen Germania BC menjadi salah satu geng yang paling cepat pertambahan anggotanya di Jerman.

Sudah delapan anggota mereka menjadi terdakwa di pengadilan di Stuttgart sejak Maret lalu, dengan beragam dakwaan termasuk percobaan pembunuhan, pemerasan, perdagangan narkoba, perampasan kebebasan, dan pelacuran paksa.

Kelompok itu diyakini memiliki keterkaitan erat dengan partai berkuasa di Turki Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), dan di masa lalu mengusung ideologi nasionalis Turki serta pandangan ekstrim sayap kanan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Tolak Permohonan Visa Para Pemain Catur “Israel”

Saudi Tolak Permohonan Visa Para Pemain Catur “Israel”

78% Wanita Saudi Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur

78% Wanita Saudi Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur

Tidak Sekeras Uganda, Homoseksual di Kenya Disamakan dengan Terorisme

Tidak Sekeras Uganda, Homoseksual di Kenya Disamakan dengan Terorisme

Pemberontak Syiah al Houthi Merekrut 30.000 Tentara Anak-anak

Pemberontak Syiah al Houthi Merekrut 30.000 Tentara Anak-anak

Paus Pilot Mati Setelah Memakan 80 Tas Plastik

Paus Pilot Mati Setelah Memakan 80 Tas Plastik

Baca Juga

Berita Lainnya